Kadisdik Jabar Himbau Siswa Jangan Putus Sekolah, Walau Daya Tampung SMA/SMK Negeri Terbatas

9 Mei 2019 / 08:19 WIB Dibaca sebanyak: 299 kali Tulis komentar

BANDUNG, BBCom–Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat (Kadisdik Jabar) Dewi Sartika mengatakan, walaupun daya tampung SMA/SMK Negeri hanya mampu menampung sebanyak 34% dari 774ribu lulusan SMP, para orangtua dan calon siswa tidak perlu khawatir, karena sekolah SMA/SMK Swasta siap menampung.

“Mutu sekolah SMA/SMK Swasta sudah bagus-bagus bahkan tidak kalah dengan sekolah negeri, untuk itu kita menghimbau kepada orangtua siswa jangan gara-gara anaknya tidak masuk sekolah negeri lantas anaknya putus sekolah”, himbaunya.

Baca juga : Hanya 34% Lulusan SMP Dapat ditampung di SMA/SMK Negeri se-Jabar

Baca juga : Tim Pelaksana PPDB Jabar Wajid Tandatangani Pakta Integritas.

Adapun terkait, jalur PPDB 2019 SMA/SMK yang diterapkan diseluruh Daerah Jabar, Ike menjelaskan bahwa ada tiga jalur bagi calon siswa SMA/SMK, terdiri dari Jalur Zonasi (90%); jalur Prestasi (5%) dan Jalur Perpindahan orangtua (5%).

Penetapan Zonasi berdasarkan usulan dari Kabupaten/kota melalui kesepakatan musyawarah kerja kepala sekolah (MKKS) SMA yang selanjutnya ditetapkan dan diatur berdasarkan Pergub No 16 tahun 2019.

Untuk pendaftaran PPDB dilakukan secara Daring melalui aplikasi berbasis website, Disdik Jabar bekerjasama dengan ITB, kenapa ITB karena ITB yang paling mempuni dalam teknologi dalam Daring, sehingga dalam peleksanaannya tidak akan menimbulkan masalah.

Sedangkan Kepala Disdukcapil Jabar Heri menambahkan, bahwa pendaftaran PPDB 2019, sudah menggunakan NIK (Nomor Induk Kependudukan) sebagai identitas tunggal. Bahkan mulai tahun ajaran baru 2019-2020, seluruh siswa SD menggunakan NIK sebagai nomor induk siswa.

Heri juga mengatakan, dalam PPDB 2019, Disdukcapil bekerjasama dengan Disdik Jabar dalam menentukan zonasi, berdasarkan KK dan NIK, bahwa yang bersangkutan atau calon siswa yang mendaftar sesuai dengan NIK yang ada dalam KK, jaraknya berapa dari rumah ke sekolah.

“Kedepan NIK akan diterapkan sebagai identitas siswa/ nonor induk siswa”, tandasnya. (red)

Bagikan
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *