Pemohon SIM Bingung “Petugas Mewajibkan Harus Memiliki Sertifikat Mengemudi”

21 Juli 2018 / 16:03 WIB Dibaca sebanyak: 31222 kali 8 Komentar

BANDUNG BBCom-Antusias masyarakat yang mau bikin Surat Izin Mengemudi (SIM) maupun perpanjangan di Satlantas Polrestabes Bandung terlihat ramai. Sehingga tidak sebanding dengan sarana dan prasarana yang disediakan pihak Satlantas. Para pemohon SIM memfaatkan tempat seadanya sambil menunggu giliran antrian.

Iwan salah seorang warga Antapani saat dijumpai BBCom (21/7) dikantin depan photo copy Satlantas Polrestabes Bandung. Ia datang untuk ke membuat SIM C. Menurutnya sampai saat ini pelayanan yang diberikan petugas cukup baik, ujarnya

Selain Iwan, salah satu pemohon SIM lainnya yang berinisial D, saat diberbincang dengan BBCom didepan Gedung Satlantas Polrestabes Bandung. Ia menuturkan, bahwa untuk membuat SIM C di Satlantas Polrestabes Bandung prosesnya “Hanya 2 hari, karena harus mengambil dulu sertifikat  mengemudi di Lotte Mart di jalan Soekarno Hatta” ujarnya

Ia juga menambahkan, bahwa untuk bikin SIM C, petugas mewajibkan pemohon harus memiliki sertifikat mengemudi “Kalau tidak punya sertifikat mengemudi tidak bisa mendapatkan SIM” katanya

Sementara Kasat Lantas Polrestabes Bandung AKBP Agung Reza Pritidina saat dimintai tanggapannya melalui pesan singkat 21/7/18, menyampaikan bahwa  “Sertifikat tidak wajib. Hanya sebagai bukti pemohon sudah mempunyai kompetensi dalam mengemudikan kendaraan” ujar Reza

Mengenai pernyataan yang pernah disampaikan pada BBCom 3 April 2018. Pihak kami hanya menyarankan kepada masyarakat khususnya pemohon SIM bahwa memiliki sertifikat bukanlah kewajiban, “Sampai sekarang masih seperti itu ketentuannya belum berubah” kata Reza

Tidak hanya Reza. Kanit Regident Polrestabes Bandung AKP Atik Suswanti saat dimintai tanggapannya melalui  pesan singkat 21/7/18 mengenai hal tersebut, menurutnya “Itu betul tidak diwajibkan pemohon memiliki sertifikat” ujarnya.

Namun pernyataan kedua Pejabat Kepolisian tersebut  berbeda dengan praktik yang terjadi dilapangan. (Sugianto)

Bagikan
Share

8 Komentar

  • sutarno says:

    wah demi. masyrkt nggk usah repot repot amat

  • bang x says:

    saran saya agar lembaga kursus mengemudi mobil juga menyiapkan sepeda motor sbg sarana latihan untuk mendapatkan sertifikat mengemudi motor.

  • samuel says:

    kl mmng mau di buat sprt di luar negri
    harusnya ketentuan undan2nya harus ada dan berlaku ke seluruh samsat di indonesia dong nggak cmn di satu kota aja.

  • Rama says:

    Kembali lagi ke permasalahan awal.
    Sistem diIndonesia masih banyak celah yg kosong yg bisa bikin warga jadi bingung. Baiknya sih celah kosong kaya informasi ini. Bilangnya ga wajib tapi dilapangan beda.

  • dodolgaruk says:

    simpang siur..tumpang tindih..gak jelas aturan main nya
    di untung kan neh yg ngluarin sertipikat..dan byk pertanyaan pasti nya..

  • supri says:

    cm mau bikin Sim aj ko susah amat…

  • agus haryono says:

    bagaimana dengan pengemudi umum (angkot) meminta sertifikatnya ke mana dan ke siapa?

  • Sity says:

    Sudah bayar mahal tapi sim nya ga jadi” malah di kasih SIM C sementara kan itu ga bisa d pake buat daftar grab tau lama mah mendingan. Bikin SIM biasa cuman bayar 100 ini saya sudah bayar 650 RB tapi sim C nya ga jadi”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *