Ridwan Kamil Berencana Pindahkan Seluruh Pabrik Ke Majalengka

8 September 2018 / 17:39 WIB Dibaca sebanyak: 16408 kali 18 Komentar

BANDUNG BBCom– Untuk mengupayakan sungai Citarum kembali bersih. Salah satu caranya menurut Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menata tata ruang secara berkelanjutan.

Hal itu disampaikan dalam acara Serah Terima Jabatan (Sertijab) di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (6/9/2018).

Pria yang akrab disapa Emil itu menilai sungai Citarum terkenal sebagai sungai kotor. Bahkan, citra negatifnya itu sampai di dunia internasional dan dibahas oleh media asing.

“Citarum itu terkenal karena negatifnya. kami ingin cara baru. Lima tahun ke depan kembali bersih, dibantu dengan pemerintah pusat,” katanya.

Salah satu agenda besarnya adalah memindahkan seluruh pabrik yang berada di sekitar citarum ke pusat industri di Majalengka. Ia mengakui hal itu tidak mudah, namun bisa terwujud dengan sinergitas seluruh stakeholder.

“Ini tidak mudah. tapi kalau bisa, sungai citarum akan kembali jadi kehormatan Jabar,” tegasnya.

selain Citarum, ia menebar janji terkait percepatan dan pemerataan pertumbuhan ekonomi. Ia mencontohkan bahwa pembangunan di kawasan Jabar selatan belum merata.

“Saya datang ke (Jabar) Selatan, kasihan. Untuk itu, kepada warga selatan kita akan membangun percepatan ekonomi,” pungkasnya.

Untuk diketahui, soal pembenahan Sungai Citarum sudah beberapa kali dibahas, baik di tingkat pemerintah daerah maupun pusat. Pemerintah pusat membuat program anyar bernama Citarum Harum Bestari yang melibatkan semua daerah secara sistematis dan sinergi. (hms)

 

Bagikan
Share

18 Komentar

  • sam says:

    jika pemindahan pabrik hanya untuk merealisasikan citarum bersih, apa bapak bisa menjamin sungai sungai di majalengka nanti akan bersih selepas pemindahan pabrik? apa nanti sungai di majalengka akan berakhir seperti citarum?

  • David maulana says:

    Maaf majalengka adalah kota angin, jika pabrik-pabrik didirikan, kehormatan kota angin kemana….

  • Riki says:

    Saya sebagai warga majalengka asli tidak setuju.. karna percuma.. jika di pindah kan ke majalengka toh nantinya. Sungai2 di majalengka jadi tercemar.. apa nanti kalo udah tercemar akan di pindahlan lagi itu barik kebandung.. majalengka kota angin pasti hilang jika baprik baprik pindah ke majalengka…

  • Muhamad izazi nurjaman says:

    Saya mewakili masyarakat majalengka. Sangat keberatan sekali dengan rencana pak Gubernur untuk memindahkan seluruh pabrik yg dekat citarum ke wilayah majalengka. Alasannya citarum memang sudah tercemar akibat limbah limbah pabrik disekitarnya. Apalagi nanti di pindahkan ke majalengka maka akan terjadi hal yg sama. Sebagai solusinya. Untuk kebersihan citarum pemda jabar bekerjasama dengan pemda disepanjang citarum untuk memberi sanksi kepada para perusahaan yg membuang limbah pabrik ke sungai. Dan memberikan cara/pengarahan kepada seluruh pabrik untuk dapat mengelola pembuangan limbah pabriknya supaya tidak mencemarkan sungai citarum yg menjadi permasalahan hingga saat ini. Saya mendukung dengan semua program pak gubernur, tapi saya mohon untuk pemindahan itu, mohon dipikirkan kembali secara matang dan memperhatikan AMDAL. Sehingga masalah terkait lingkungan dapat di atasi oleh kita bersama. Tanpa proses pemindahan dan malah memperluas lingkungan yg berakibat pada pencemaran lingkungan.

  • Agung Nugroho says:

    Emangnya bangun pabrik harus Deket sungai ya?
    Gubernur juga perhatikan masalah pengolahan limbahnya, bukan kayak gubernur sebelumnya yg tutup mata, doyan doa tapi ga kerja…

  • ade ricky says:

    Maaf kang saya selaku warga majalengka kurang setuju, kenapa saya kurang begitu setuju alasan nya sudah tertera di komentar nya yang paling pertama.
    Trimkasih.

  • Ihram Ramdhan says:

    Sy sebagai warga majalengka menyarankan kl permasalahan limbah akan selesai kalau pihak yg memproduksi limbah menerapkan 3R, mau mengolah dan mentaati parameter buangan sesuai dengan baku mutu.
    Apabila tidak tegaskan sangsi yang ada diperaturan
    Bukan memindahkan tempatnya.
    Tks

  • Lia Milana says:

    Saya sebagai warga Majalengka kurang setuju bila seluruh Pabrik dipindahkan ke Majalengka… karena berpotensi menghasilkan limbah beracun yang akan mencemari saluran air tanah dan udara…
    Apakah pemerintah pusat mau bertanggungjawab trhdp masalah AMDAL nya? Apakah lahan yang akan digunakan untuk pembangunan pabrik itu memakai area persawahan, perkebunan atau perhutanan? Jelas hal itu berpengaruh terhadap ekosistem…

  • Husnan Iskandar says:

    Baru 3 bln jd gubernur sdh macam2..Coba pelajari dulu secara mendalam dampak baik dan buruknya.Memindahkan pabrik ke Majalengka akan membawa beban kependudukan,beban lingkungan,beban sosial dll.Sudah dikaji belum? Coba kaji mendalam..

  • Junaedi says:

    Itu mah bukan solusi kang.hanya memindahkan masalah.coba lebih di fikirkan lagi solusi yang smart.
    Kalau tujuan nya agar sungai citarum bersih yang di akibatkan banyak pabrik berarti ada sesuatu .lebih baik di cari root cause nya jangan asal ide yang kurang pas.saya sebagai warga Majalengka sangat2 tidak setuju jika pemundahan pabrik2 di bandung hanya dengan tujuan seperti itu.selama ini perekonomian di jabar selatan fine2 aja kok

  • Deden says:

    Kalau saya sih setuju aja, karena mungkin kang emil dan pemerintahan jabar sudah memikirkan dan mempertimbangkan baik buruknya, utamanya untuk penanggulangan limbahnya nanti. Sy rasa kalau pabrik dipindahkan k majalengka cukup untuk membantu majalengka semakin berkembang.

  • Wawan setiawan says:

    Punten pa abi ngawaklian masarakat ti selatan,nolak pa

  • Yusuf says:

    Majalengka moal tiis deui atuh pa sumber kehidupan majalengka th duhhh hawa tiis jalmina tariis

  • adung says:

    Maaf saya sebagi pribumi Majalengka sangat tidak setuju… Karena masalah gajih juga Majalengka di bawah rata”… Dan masalahnya juga limbah gak mudah di tangani… Tolak pabrik mutasi… Dan tolong segera di segel pabrik yg melanggar undang” ketenagakerjaan…

    #saveburuhmajalengka

  • Irsad Muhaemin says:

    Punten pak, menurut saya itu bukan solusi hanya saja memindahkan masalah, kalau sungai citarum mau bersih, perketat saja peraturan dan tindaklanjut untuk 3Rnya Nuhun

  • Imam juniawan says:

    Jujur saya sbgai warga asli dari mjlngka tdk setuju kalau pabrik d pindahkan ke mjalengka.. kalau misalkan d pindahkan ke mjlngka nanti padi kami sayuran kami mau d tanam d mana ??
    Lahan sawah kami dan kebun kmi tidak mau d ganti dengan berdiri ny bangunan2 pabrik,sudah cukup bekasi saja sama karawang Mjalengka jangan

  • Agus says:

    Maap kang Emil saya kurang setuju, alangkah indahnya jika perusahaaan jangan membuang sampah limbah ke sungai sebenarnya itu yg jadi permasalahannya, apa perusahaan tidak mau mengeluarkan uang untuk membenahi limbah dr perusahaan tersebut?

  • Retno says:

    Dulu sebelum banyak pabrik juma pbrik kenteng doang majalengka sejuk. Tapi skrng stlah bnyak pbrik berdtngan dri jkrta dll . majalengka jadi panas , panas nya beda . biasanya pagi2 sy gk berani mandi. Tpi skrng kondisi air tidak sejuk sprti dlu lg. Sya juga keberatan daerah industri d mjlka ‘encla enclu” gk ber aturan. Ada yg d jatiwangi, ligung, rajagalu . tolong lah kalo industri saya kasi masukan di arah jln ke mjlka-jtwangi. Jangan ngacak. Warga sudah bnyak yg demo atas pesawahan yg ke keringan. Dan air kotor limbah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *