BANDUNG | BBCOM – Pondok Pesantren (Ponpes) Ar-Raaid menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Milad ke-15 bersama Masyayikh NU Kota Bandung, alumni Santri Ar-Raaid, dan tokoh-tokoh pesantren Jawa Barat. Acara berlangsung Ahad (27/9/2026) di Gedung Lantai 2 Ponpes Ar-Raaid, Cipadung, Cibiru, Kota Bandung.
Keluarga besar Ponpes Ar-Raaid, alumni, para masyayikh NU, pemerintah daerah, dan masyarakat Kelurahan Cipadung memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW dan Milad ke-15 Ar-Raaid serta sekaligus mempererat silaturahmi.
Pada kegiatan tersebut para santri Ar-Raaid mengisi acara dengan hadroh, membaca barzanji, peluncuran buku, syarhil qur’an, puisi, dan pembacaan qasidah burdah. Ceramah maulid oleh Dr. KH. Utawijaya Kusumah, M.M. dari Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tasikmalaya menutup rangkaian acara.
Dalam sambutannya, pimpinan Ponpes Ar-Raaid menyampaikan rasa syukur atas rangkaian kegiatan Maulid dan Milad Ponpes Ar-Raaid. Beliau menyebut acara ini sebagai mencari keberkahan dan mempererat silaturahmi dengan para masyayikh NU Kota Bandung, sekaligus memperkuat persaudaraan antara warga Nahdliyin, masyarakat sekitar, dan santri.
“Acara maulid ini tidak ada lain sebagai momentum ukhuwah sekaligus kita mencari berkah atas kelahiran Nabi Agung Rasulullah SAW dan ngalap berkah serta doa dari para kasepuhan NU dan kasepuhan pondok pesantren di Jawa Barat,” ujar Bu Nyai Euis Susilawati, S.S., M.Pd.I.
Bu Nyai Euis menambahkan, kesadaran terhadap keberkahan menjadi kekuatan utama acara ini. Doa para masyayikh Aswaja, katanya, menjadi syiar keberkahan dan keteladanan bagi santri dan masyarakat.
“Menjadi keyakinan kita terhadap keberkahan dan doa para masyayikh pada momentum acara Maulid Nabi SAW dan Milad Ar-Raaid kali ini,” imbuh Bu Nyai Euis.
Sebelumnya, Wakil Wali Kota Bandung H. Erwin, S.E., M.Pd. (Kang Erwin) dalam sambutan berpesan kepada para santri agar senantiasa menjaga akhlak. Ia juga mendoakan agar Ponpes Ar-Raaid tumbuh menjadi pesantren besar di Kota Bandung.
Acara puncak, ceramah maulid oleh Dr. KH. Utawijaya Kusuma, beliau menegaskan keteladanan Nabi Muhammad sebagai fondasi kehidupan umat. Kiai Utawijaya berpesan agar peringatan maulid di Ponpes Ar-Raaid mampu membekali santri untuk menggali sejarah Nabi Muhammad secara utuh, bukan sekadar pemahaman deskripsi (dirayah), melainkan rangkaian riwayat yang historis.
Kiai Utawijaya menyebut sejumlah kitab kredibel sebagai referensi untuk mengkaji perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW. Ia memperlihatkan kitab Ar-Rahiq Al-Makhtumkarya Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri, ulama asal India, dan menjelaskan bahwa kitab ini memenangkan penghargaan sebagai karya terbaik penulisan sirah Nabi pada era kontemporer. Ia juga menyebut kitab klasik seperti Nurul Yaqin, kitab yang lazim dikaji di pesantren, dan Sirah Nabawiyah karya Ibnu Hisyam sebagai referensi penting lain dalam mengkaji sirah Nabi.
Acara Maulid Nabi SAW dan Milad ke-15 Ponpes Ar-Raaid ini dihadiri jajaran Syuriah PCNU Kota Bandung, yakni KH. Khoiruddin Ali (Rois) dan KH. Asep Usman Rosadi (Wakil Rois), sejumlah pengurus MWC NU, pimpinan Forum Pondok Pesantren (FPP), jajaran pemerintah Kota Bandung, Camat Cibiru, Lurah Cipadung, RT/RW setempat, serta tokoh-tokoh masyarakat.[].















