Setelah Kebakaran, Ponpes Nuurul Abshor Kembali Berdiri, 145 Santri Dapat Fasilitas Layak

BANDUNG | BBCOM — Pondok Pesantren Nuurul Abshor di Margaluyu, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, kembali memiliki fasilitas pendidikan dan tempat tinggal yang lebih layak setelah mengalami kebakaran pada 21 Mei 2025.

Pembangunan kembali pesantren yang dihuni sekitar 145 santri tersebut dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak yang diinisiasi dan difasilitasi Penderma.id bersama Marc Klok Foundation, Sport Legacy, para donatur, masyarakat, serta keluarga besar pesantren.

Fasilitas yang sebelumnya terdampak kebakaran kini telah dibangun kembali dan dapat digunakan untuk menunjang aktivitas belajar, mengaji, serta kehidupan sehari-hari para santri.

Peresmian fasilitas hasil pembangunan kembali tersebut digelar pada Rabu (2/9/2026). Kegiatan itu dihadiri Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan dan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan.

Dalam kesempatan tersebut, Erwan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pemulihan Pondok Pesantren Nuurul Abshor.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Barat, saya mengucapkan terima kasih kepada sahabat saya Marc Klok, sang Kapten Tim Persib,” ujar Erwan saat meresmikan Ponpes Nuurul Abshor, Rabu (2/9/2026).

Menurut Erwan, pembangunan kembali pesantren tidak hanya mengembalikan fasilitas yang rusak akibat kebakaran, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan setelah masyarakat dan para santri menghadapi musibah.

Ia menilai kesabaran pengurus pesantren, para santri, masyarakat, serta dukungan dari berbagai pihak menjadi kekuatan penting dalam proses pemulihan tersebut.

“Bangunan ini harus menjadi simbol kebangkitan. Harus menjadi tempat lahirnya generasi muda yang memiliki mimpi, cita-cita, ilmu, dan akhlak,” katanya.

Kebakaran yang terjadi pada 21 Mei 2025 menyebabkan sejumlah bagian bangunan utama Ponpes Nuurul Abshor mengalami kerusakan. Ruang belajar, tempat tinggal santri, hingga sejumlah fasilitas penunjang aktivitas pesantren terdampak akibat musibah tersebut.

Kondisi itu membuat sekitar 145 santri harus menjalani kegiatan belajar dan mengaji di sejumlah tempat sementara, mulai dari tenda, teras rumah warga hingga garasi.

Situasi tersebut menjadi tantangan tersendiri karena Ponpes Nuurul Abshor berada di kawasan Pangalengan yang memiliki suhu udara relatif dingin.

Pemulihan fasilitas kemudian menjadi kebutuhan mendesak agar para santri dapat kembali menjalani kegiatan pendidikan dan kehidupan pesantren di tempat yang aman dan layak.

Penderma.id selanjutnya mendorong proses pemulihan dengan mempertemukan dukungan para donatur dengan kebutuhan yang dihadapi pesantren. Kolaborasi kemudian berkembang dengan melibatkan Marc Klok Foundation dan Sport Legacy dalam pembangunan kembali fasilitas pesantren.

Proses pembangunan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kebutuhan utama pesantren dan para santri.

Bagi Penderma.id, pemulihan Ponpes Nuurul Abshor tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik. Program tersebut juga diarahkan untuk memastikan para santri kembali memiliki ruang yang mendukung kegiatan pendidikan dan keagamaan.

Kolaborasi ini sekaligus menunjukkan peran masyarakat, komunitas, donatur, dan lembaga filantropi dalam membantu pemulihan fasilitas pendidikan yang terdampak musibah.

Dalam sambutannya, Erwan juga mengajak para santri untuk berani memiliki cita-cita besar dan terus mengembangkan potensi yang dimiliki.

Ia mencontohkan perjalanan Marc Klok sebagai salah satu inspirasi bahwa keberhasilan dapat diraih melalui kerja keras, disiplin, kesungguhan, dan keyakinan.

“Jangan takut bermimpi. Wujudkan cita-cita dengan kerja keras, kesungguhan, disiplin, serta semangat belajar,” kata Erwan.

Erwan berharap para santri terus mengembangkan kemampuan sesuai dengan bidang yang diminati, termasuk olahraga.

Ia juga menyambut baik rencana Marc Klok untuk mengembangkan sekolah sepak bola di Bandung sebagai salah satu wadah bagi anak-anak Jawa Barat untuk mengembangkan bakat dan potensi mereka.

Dengan selesainya pembangunan kembali fasilitas pesantren, para santri kini dapat kembali menjalankan kegiatan pendidikan dan keagamaan di lingkungan yang lebih layak.

Pemulihan Ponpes Nuurul Abshor diharapkan tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi menjadi momentum bagi para santri dan pengelola pesantren untuk bangkit dan menatap masa depan dengan semangat baru. (kdp/)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *