Kabupaten Bandung Barat Genjot Perbaikan Sekolah dan Peningkatan Kompetensi Guru

Edi Syafrudin, S.Pd.,M.Pd, PLT Kepala Dinas Pendidikan Kab. Bandung Barat

KBB | BBCOM – Dalam konteks penyelenggaraan pendidikan, sudah pasti semua kabupaten berusaha menyelenggarakan pendidikan ke arah yang bekualitas.  Di Kabupaten  Bandung Barat sendiri, Peningkatan kualitas pendidikan di dilakukan melalui upaya diantaranya perbaikan ruang kelas, pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana serta peningkatan kualias tenaga pendidik.

Menurut PLT Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat, Edi Syafrudin, S.Pd.,M.Pd, di wilayah KabupatenBarat, masih terdapat sekolah yang ruang kelasnya memerlukan perbaikan. “Baik di wilayah perkotaan terlebih lagi di wilayah pelosok, perbaikan ruang kelas masih menjadi salah satu target utama. Sebagaimana kebijakan Bapak Bupati KBB  tentang perlunya peningkatan kualitas sarana dan prasana pendidikan, maka hal ini menjadi tugas DinasPendidikan untuk merealisasikannya,” ujar Edi ketika ditemuidi ruang kerjana, Rabu (20/5/2026)

Dipaparkan Edi, sekolah dengan kondisi kerusakan ruang kelas tersebar di hampir semua kecamatan dengan tingkat kerusakan ringan, sedang maupun berat. Dana untukperbaikan ruang kelas telah dianggarkan yang didalamnya termasuk untuk pengadaan mebelair, perbaikan toilet sekolah, dan pemagaran di semua jenjang pendidikan dari mulai PAUD, TK, SD dan SMP. Yang paling banyak kondisi kerusakan ruang kelas ada di jenjang Sekolah Dasar. Eksekusi perbaikannya dimulai sekitar bulan juni”.  

“Meskipun tantangan yang dihadapi dalam upaya perbaikan ruang kelas terkadang tidak ringan seperti perbaikan ruang kelas di pelosok yang medannya cukup berat maka anggarannya sudah pasti akan lebih besar karena aksestransportasi dan mobilitas barang kebutuhan material menjadi agak sulit. Namun tantangan itu tetap diupayakan untuk bisa diatasi sehingga tidak menjadi hambatan besar,” paparnya.

Mengenai anggaran untuk perbaikan ruang kelas, tahun ini perbedaannya tidak bagitu jauh dengan tahun sebelumnya. “kami juga mendapatkan  bantuan dana revitalisasi daripemerintah pusat. Meskipun untuk mendapatkan bantuan dana revitalisai dari pusat tidaklah mudah, namun kami bersyukur karena data dapodik yang kami sampaikan ke pusat, dan kemudian setelah dan divalidasi dan diverifikasi, Kabupaen Bandung Barat berhasil mendapatkan bantuan  revitalisasi,” kata Edi.

Ketika ditanyakan mengenai adanya kebijakan efisiensi anggaran, Edi berharap efisiensi ini tidak akan banyak mempengaruhi target perbaikan ruang kelas dan beharap anggaran untuk perbaikan ruang kelas ini tidak terkena refocusing yang signifikan karena menyangkut kebutuhan kualitas pendidikan.

Pada kesempatan itu, Edi menjelaskan pula tentang upaya peningkatan kompetensi tenaga pengajar yang merupakan elemen penting dalam penyelenggaraan pendidikan.Dengan anggaran APBD, kita secara kontinyu melaksanakan bimbingan teknis kepada tenaga tenaga perngajar baik luring maupun daring. Kami bersyukur para guru di Kabupaten Bandung Barat sangat antusias mengikuti bimtek. Banyak para guru ini menggunakan modem internet secara mandiri. Dengan demikian bimtek yang diselenggarakan senantiasa berjalan lancar,”pungkas Edi (teddy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *