BPDAS Citarum Ciliwung Tinjau Program Konservasi DAS dan Rehabilitasi Lahan di Sumedang

SUMEDANG | BBCOM – Upaya menjaga kelestarian daerah aliran sungai (DAS) terus diperkuat melalui pengawasan langsung di lapangan. Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Citarum Ciliwung mendampingi Direktur Teknik Konservasi Tanah dan Reklamasi Hutan melakukan kunjungan kerja ke sejumlah lokasi konservasi di Kabupaten Sumedang.

Kunjungan diawali dengan peninjauan kegiatan Konservasi Tanah dan Air (KTA) yang dikelola Kelompok Tani Hutan (KTH) Jampang Manggung dan KTH Batu Taman. Di lokasi tersebut, rombongan melihat secara langsung berbagai bangunan konservasi yang telah dibangun untuk mengurangi erosi, meningkatkan resapan air, serta menjaga produktivitas lahan di kawasan hulu DAS.

Selain meninjau hasil pembangunan fisik, Direktur Teknik Konservasi Tanah dan Reklamasi Hutan juga berdialog dengan anggota kelompok tani hutan. Para petani menyampaikan pengalaman mereka dalam melaksanakan kegiatan konservasi, mulai dari pembangunan sarana pengendali erosi hingga upaya menjaga vegetasi di kawasan perbukitan.

Kepala BPDAS Citarum Ciliwung menjelaskan bahwa keterlibatan masyarakat melalui kelompok tani hutan menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan program konservasi. Menurutnya, pembangunan konservasi tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga mendorong perubahan pola pengelolaan lahan agar lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

“Kegiatan ini menjadi bagian dari evaluasi terhadap pelaksanaan program konservasi tanah dan air sekaligus memastikan seluruh kegiatan yang telah dilaksanakan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat maupun bagi kelestarian daerah aliran sungai,” ujarnya di sela-sela kegiatan.

Usai meninjau lokasi KTH, rombongan melanjutkan kunjungan ke Desa Jingkang, Kabupaten Sumedang, untuk melihat pelaksanaan program Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (Rehab DAS) yang dilaksanakan PT Vale Indonesia.

Di lokasi rehabilitasi, dilakukan evaluasi terhadap perkembangan tanaman, kondisi lahan, serta efektivitas kegiatan rehabilitasi dalam memulihkan fungsi kawasan. Peninjauan ini juga menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Direktur Teknik Konservasi Tanah dan Reklamasi Hutan menegaskan bahwa rehabilitasi lahan kritis dan pembangunan konservasi tanah merupakan bagian penting dari strategi nasional dalam menjaga keberlanjutan sumber daya alam, mengurangi risiko bencana hidrometeorologi, serta meningkatkan kualitas lingkungan hidup.

Melalui kunjungan lapangan tersebut, pemerintah berharap berbagai program konservasi yang telah berjalan di Kabupaten Sumedang dapat menjadi contoh praktik pengelolaan DAS yang berkelanjutan. Kolaborasi antara pemerintah, kelompok tani hutan, dan sektor swasta dinilai menjadi kunci keberhasilan dalam menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan hutan. (kdp/)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *