KBB | BBCOM – Jelang Datangnya Hari Raya Idul Adha 1447 H/2026, Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bandung Barat (Dispernakan KBB) telah mempersiapkan segala sesuatu yang berkaian dengan pelaksanaan Qurban agar aman, sehat, utuh, dan halal, sehingga daging qurban yang dikonsumsi oleh masyarakat tidak menimbulkan dampak yang tidak diinginkan.
Disampaikan oleh Kepala Dispernakan KBB, drh. Wiwin Aprian, M.Si, dalam pelaksanaan qurban ada tiga tahap yang dilalui yaitu pada saat Antem Mortem, pada saat penyembelihan dan pada saat Post Mortem. “Pada saat Antem Mortem kita menyiapkan tim yang terdiri dari Petugas Pemeriksa Kesehatan Hewan Qurban dari pihak Dinas, para dokter hewan dinas dibantu oleh PDHI (Persatuan Dokter Hewan Indonesia ) Jabar, paramedis, petugas lapangan dan para mahasiswa Program Studi Kedokteran Hewan Universitas Padjajaran untuk memeriksa kesehatan hewan. Pada tahun 2026 Dispernakan KBB akan melakukan Pengawasan dan Pemeriksaan Hewan Qurban di 300 lapak yang tersebar di 16 Kecamatan dengan menyediakan tanda label hewan qurban sehat sebanyak 10.000 stiker. Hal ini merupakan upaya untuk menyediakan hewan qurban yang Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH)”
Kemudian untuk tehnik penyembelihan, Dispernakan KBBtelah melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis Penyembelihan Hewan qurban 1447 H/ 2026 yang bertujuan untuk: (1). Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petugas dalam melakukan penyembelihan hewan kurban yang halal dan sesuai syariat islam, (2). Menjamin penerapan prinsip kesejahteraan hewan (animal welfare) dalam proses penanganan dan penyembelihan, (3). Mendukung peran pemerintah daerah dalam pengawasan pelaksanaan kurban yang Halal. Hal ini tidak terlepas dari upaya penyediaan hewan yag
Kegiatan Bimtek Penyembelihan Hewan qurban yang dilaksanakan oleh Bidang Bina usaha ini diikuti oleh 50 orang diantaranya 30 orang peserta yang berasal dari pewakilan DKM Mesjid Besar Kecamatan se-Kabupaten Bandung Barat dan Petugas Lapangan Dinas Perikanan dan Peternakan, 1 orang Narasumber dari Kemenag KBB, 6 orang Mahasiswi Fakultas Kedokteran Hewan UNPAD dan jajaran Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bandung Barat.
Disampaikan juga oleh Kepala Dispenakan KBB bahwa pelaksanaan bimbingan teknis ini merupakan langkah preventif untuk memastikan hewan qurban yang beredar di masyarakat bebas dari penyakit menular serta layak untuk dikurbankan. “Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa masyarakat mendapatkan hewan qurban yang sehat dan memenuhi syarat. Selain itu, kami juga mengedukasi para peternak dan pedagang agar menjaga kualitas hewan yang dijual,” ujarnya.
Mengenai Materi bimbingan teknis , disampaikan oleh Kepala Dispernakan KBB, meliputi: (a). Kriteria hewan kurban yang layak sesuai syariat Islam, menekankan pentingnya memilih hewan yang sehat dan cukup umur (kambing/domba >1 tahun, sapi/kerbau >2 tahun) yang ditandai dengan tumbuhnya gigi tetap (punglak), (b).Ciri-ciri hewan sehat dan bebas penyakit, (c).Tata cara penanganan dan transportasi hewan qurban yang baik, (d). Teknis penanganan daging hewan qurban dimana masyarakat diimbau segera mengolah daging qurban dan memastikan tingkat kematangan sempurna (well done), (e). Prosedur pemeriksaan kesehatan hewan oleh petugas berwenang
Menjelang Hari Raya Idul Adha1447/2026 yang hanya beberapa hari lagi, Dispernakan KBB mengajak seluruh pihak, baik panitia qurban, petugas penyembelih, maupun masyarakat bersama-sama meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam pelaksanaan penyembelihan hewan qurban. Selain itu, dihimbau kepada masyarakat untuk membeli hewan qurban dari penjual yang telah memiliki surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) serta memastikan hewan telah melalui pemeriksaan oleh petugas.
“Setelah Antem Mortem dan penyembelihan, kemudian pada saat Post mortem diperiksa kembali apakah ada hewan yang ada penyakitnya atau tidak. Kalau misalnya ada yang terkena penyakit misalnya ada cacingnya, maka daging hewan itu dipisahkan agar tidak dikonsumsi masyarakat.”
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan pelaksanaan ibadah qurban di Kabupaten Bandung Barat dapat berjalan dengan lancar, aman, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. “Dalam hal ini sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat juga dilakukan melalui media sosial diantaranya melalui IG (Instagram)”. (Teddy)















