Oleh : Teddy Guswana (Redakur Bandung Berita)
Dinas kesehatan Kabupaten Bandung Barat (Dinkes KBB) sebagaimana halnya dengan dinas kesehatan di kabupaten lain memiliki fungsi utama membantu Bupati dalam merumuskan, melaksanakan, dan mengevaluasi kebijakan teknis di bidang kesehatan, yang didalamnya meliputi pelayanan kesehatan (dasar dan rujukan), pencegahan penyakit, pemberdayaan masyarakat, serta manajemen sumber daya kesehatan demi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Fungsi dasar Dinas Kesehatan di setiap kabupaten memang sama, namun dalam implementasinya sudah pasti berbeda karena tingkat persoalan kesehatan yang ada di kabupaten Bandung Barat dengan kabupaten lainnya tentu berbeda. Kebutuhan untuk pelayanan kesehatan kepada masyarakat pun memiliki kondisi dan situasi yang tidak sama. Karenanya, strategi yang diterapkan oleh Dinkes KBB sudah tentu disesuaikan dengan tingkat kebutuhan kesehatan yang ada di masyarakat KBB. Namun yang jelas optimalisasi layanan kesehatan menjadi arah kebijakan Dinkes KBB, sehingga derajat kesehatan masyarakat di KBB diusahakan terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.
Karena itu, wajar jika kemudian anggaran yang digelontorkan untuk Dinkes KBB relatif besar karena secara teknis berkaitan dengan kebutuhan masyarakat banyak. Besaran anggaran itu tentu cukup feasible, meskipun terkadang tidak seluruhnya bisa menjangkau dan memenuhi kebutuhan layanan kesehatan di wilayah KBB.
Dalam kaitan itu, Dinkes KBB senantiasa menyusun rencana prioritas dalam memberikan layanan kepada masyarakat, dan yang utama adalah layanan kesehatan itu disesuaikan dengan kebijakan pusat seperti contohnya mengurangi angka stunting. Ini adalah salah satunya. Dalam hal ini, tuntutan kesehatan lainnya juga tetap dianggap penting, dan ini menjadi strategi bagaimana Dinkes KBB menyikapinya agar semua bisaterlayani secara memadai. Dalam hal ini, upaya pencegahan penyakit serta layanan kesehatan secara merata menjadi tuntutan yang terus menerus mejadi perhatian.
Pada kondisi itu maka pengerahan sumber daya danpemanfaatan anggaran terus dilakukan secara bijak, dan tentupartisipasi masyarakat pun terus didorong sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat dalam kaitan dengan upaya meningkatkan kesehatan. Kesadaran masyarakat akan pentingnya hidup sehat pun menjadi program strategis Dinkes KBB. Seperti momentum Hari Kesehatan Nasional tahun 2025, Dinkes KBB aktif mengkampanyekan kesadaranmasyarakat tentang pentingnya hidup sehat dan menjaga kebersihan lingkungan. Ini menunjukkan bahwa momentum yang berkaitan dengan soal kesehatan dijadikan momenstrategis oleh Dinkes KBB untuk kepentingan kesehatan masyarakat.
Berbicata soal strategi Dinkes KBB dalam kaitan dengan layanan dan upaya meningkatkan kesehatan masyarakat, melihat rentang waktu (2024-2025) Dinkes KBB memperlihatan upaya upaya inovatif. Sepanjang tahun 2024-2025, Dinkes KBB fokus kepada layanan transformasi layanan kesehatan, penurunan angka stunting, dan digitalisasi sistem kesehatan yang merupakan tujuan strategis dalam mewujudkan layanan kesehatan yang lebih merata bagi masyarakat KBB.
Strategi strategi tersebut kemudian memunculkan kondisi yang patut diapresiasi seperti makin luasnya layanan kesehatan primer, menurunnya prevalesi stunting dan semakin luasnya jangkauan layanan kesehatan. Kondisi ini terus diupayakan dan berlanjut ke tahun 2026. Pada tahun ini Dinkes KBB semakin meningkatkan kesiap siagaan darurat, penguatan pelayanan guna mengoptimalkan layanan kesehatan yang berkualitas, merata dan berkelanjutan, optimalisasi tata kelola organisasi dan efektifitas program serta penyusunan rencana kerja yang tepat sasaran, sertamemperkuat deteksi dini kesehatan.
Patut diakui, program program strategis yang telah dilakukan pada tahun 2024-2025, secara faktual telah mewujudkan capaian positif kesehatan di masyarakat. Dalam hal ini memang tidak mudah merinci secara detail apalagi secara kuantitatif capaian kesehatan yang berkaitan dengan program Dinkes KBB. Namun demikian salah satu indikator tentang eberhasilan di sektor kesehatan adalah semakin meningkatkna UHH (Usia Harapkan Hidup) di masyarakat KBB.
UHH di Kabupaten Bandung Barat pada tahun 2024 telah diproyeksikan meningkat dari tahun sebelumnya dan diprediksi terus mengalami kemajuan. Kemudian pada tahun 2025, terus menunjukan trend yang meningkat berkat adanya peningkatan kualitas kesehatan. UHH yang terus meningat ini tidak bisa dipungkiri dikarenakan dan didorong oleh akses layanan kesehatan yang lebih baik. Kenaikan UHH di Kabupaten Bandung Barat jelas menjadi cermin adanya perbaikan fasiltas kesehatan dan lingkungan sehat. Dalam hal ini Peran Dinkes KBB telah menunjukan hasil yang cuku siginifikan.
Apa yang telah dicapai oleh Dinkes KBB yang berdampak pada meningkatnya Usia Harapan Hidup masyarakat KBB ke depannya diharapkan akan semakin baik. Dengan demikian anggaran yang digelontorkan bisa dijawab dengan terwujudnya kondisi kesehatan masyarakat KBB ke arah yang makin baik. Bisakah??? SEMOGA…..















