BANDUNG | BBCOM – RS Premier Bintaro menghadirkan teknologi Robotic Navigation Spine Surgery untuk mendukung penanganan berbagai gangguan tulang belakang melalui prosedur operasi dengan bantuan sistem robotik dan navigasi digital.
Teknologi yang diperkenalkan melalui ROBBIN (Robot Bintaro) tersebut dirancang untuk membantu dokter dalam menentukan posisi serta melakukan tindakan pembedahan secara lebih terarah dan presisi.
Gangguan tulang belakang selama ini tidak hanya dialami masyarakat lanjut usia. Kelompok usia produktif juga dapat mengalami berbagai masalah tulang belakang akibat aktivitas sehari-hari, cedera maupun kondisi medis tertentu. Pada kondisi tertentu, penanganannya dapat membutuhkan tindakan pembedahan.
Berbeda dengan prosedur konvensional, sistem robotik bekerja sebagai perangkat pendukung dokter. Dokter tetap menentukan perencanaan dan menjalankan tindakan medis, sedangkan lengan robot membantu proses operasi berdasarkan perencanaan yang telah dibuat melalui sistem komputer.
Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi Konsultan Tulang Belakang, dr. Asrafi Rizki Gatam, Sp.OT (K-Spine), mengatakan teknologi Robotic Navigation Spine Surgery di RS Premier Bintaro telah terintegrasi dengan sejumlah teknologi pencitraan medis.
“Robotic Navigation Spine Surgery di rumah sakit kami telah terintegrasi dengan CT scan 256 slices, C-Arm dan didukung teknologi MRI 3 Tesla,” ujar Asrafi saat ditemui di Hotel Grand Cokro, Bandung, Kamis (17/9/2026).
Menurut Asrafi, penggunaan teknologi robotik dan sistem navigasi dapat membantu mempersingkat durasi pada sejumlah prosedur operasi tulang belakang.
“Jika sebelumnya tindakan tertentu dapat berlangsung hingga sekitar delapan jam, dengan bantuan teknologi ROBBIN durasinya dapat dipersingkat menjadi sekitar dua jam,” katanya.
Ia menegaskan, teknologi robotik tersebut tidak menggantikan peran dokter dalam menentukan tindakan medis. Sistem robotik justru digunakan sebagai perangkat pendukung untuk membantu meningkatkan ketepatan navigasi selama proses pembedahan.
“Dokter tetap menentukan perencanaan dan menjalankan tindakan medis, sedangkan sistem robotik membantu meningkatkan ketepatan navigasi selama prosedur,” jelasnya.
Sementara itu, Marketing Manager RS Premier Bintaro, Chintami Handayani Passat, ST, MM, mengatakan rumah sakit tersebut telah beberapa kali memperoleh akreditasi dari Joint Commission International (JCI).
Menurutnya, akreditasi JCI menjadi salah satu bentuk pengakuan terhadap penerapan standar kualitas pelayanan dan keselamatan pasien di rumah sakit.
“Jadi kita di bulan Oktober 2026 ini sedang proses mendapatkan sertifikat tingkat nasional, dan Februari 2026 lalu sudah mendapatkan JCI yaitu internasional,” kata Chintami.
Ia menambahkan, RS Premier Bintaro memiliki sejumlah layanan unggulan, salah satunya Spine Center, yakni pusat layanan terpadu untuk penanganan berbagai masalah tulang belakang dengan pendekatan multidisiplin.
Spine Center juga didukung sistem navigasi robotik yang ditujukan untuk membantu proses tindakan medis serta mendukung pemulihan pasien.
“Di sini ada dokter-dokter yang memiliki kompetensi di bidangnya, ortopedi, tulang belakang, baik itu servikal, saraf kejepit dan sebagainya. Bagi kami, ini merupakan suatu inovasi terbaru, fungsinya baik sekali, dimana tingkat akurasi kita bisa lebih tinggi dan pasien juga bisa cepat pulang karena sudah menggunakan Spine Center,” ungkapnya.
Dalam layanan Spine Center, penanganan pasien tidak hanya dilakukan oleh dokter spesialis ortopedi konsultan tulang belakang. RS Premier Bintaro juga melibatkan sejumlah dokter spesialis lain sesuai dengan kondisi dan kebutuhan medis pasien.
Di antaranya Dokter Spesialis Neurologi, Dokter Spesialis Neurofisiologi, Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik, serta Dokter Spesialis Radiologi.
Pendekatan multidisiplin tersebut memungkinkan kondisi pasien dievaluasi dari berbagai aspek sebelum menentukan penanganan yang sesuai.
Kehadiran Robotic Navigation Spine Surgery melalui ROBBIN menjadi bagian dari pengembangan layanan bedah tulang belakang berbasis teknologi di RS Premier Bintaro.
Namun, penggunaan teknologi canggih dalam layanan kesehatan juga beriringan dengan biaya pelayanan yang relatif tinggi. Tarif pelayanan dapat mencakup biaya konsultasi, tindakan medis, hingga biaya kamar perawatan. Pilihan kamar seperti Suite A, Suite B dan Premier memiliki fasilitas serta tingkat kenyamanan yang berbeda sesuai dengan kelas layanan yang dipilih pasien. (Kdp/)















