Deden : LKS Dapat Berikan Pengalaman Bagi Siswa Untuk Bekal Mengikuti Perlombaan Lain

20 November 2019 / 10:37 WIB Dibaca sebanyak: 291 kali Tulis komentar

BANDUNG | BBCOM | Perhelatan Lomba Kompetensi Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (LKS-SMK) Tingkat Provinsi Jawa Barat kembali digelar. Kompetisi ini menjadi ajang melahirkan siswa-siswa terbaik Jawa Barat untuk mengikuti LKS Nasional 2019.

Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (PSMK), Deden Saepul Hidayat mengatakan, Jawa Barat tengah menyeleksi perwakilan melalui 31 cabang mata lomba yang digelar di provinsi. Para peserta yang mengikuti lomba di tingkat provinsi ini tengah diuji seakan-akan mengikuti kompetisi nasional. Hal ini dilakukan agar mereka lebih terlatih di ajang nasional nanti.

“Selain sebagai wadah atau sarana bagi siswa agar dapat berkreasi, LKS juga memberi pengalaman bagi siswa untuk bekal mengikuti perlombaan lain,” ujar Deden, saat membuka LKS SMK Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2019 di SMKN 6 Bandung, Jln. Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Senin (18/11/2019).

Tak hanya itu, Deden juga meminta sekolah untuk memberikan motivasi dan dukungan maksimal bagi peserta didiknya. Dukungan yang positif tentu bakal menjadi kekuatan tersendiri, termasuk pelayananan memadai sehingga peserta dapat mengikuti lomba dengan tenang.

“Kita semua berharap, penyelenggaraan LKS berjalan baik dan menghasilkan prestasi terbaik pula. Sesuai visi misi Gubernur, ‘Jabar Juara’ dan ‘SMK Juara Lahir Batin’ akan memunculkan juara-juara baru, mental-mental juara, dan jiwa-jiwa juara yang melekat pada anak-anak kita, khususnya bagi yang mengikuti lomba,” tuturnya.

Selain itu, Deden juga menyatakan, lulusan SMK kini menjadi sekolah yang paling diincar dunia industri dan usaha. Sehingga, tidak cukup untuk kompetisi saja, siswa SMK Jawa Barat pun harus memiliki keahlian yang dibutuhkan perusahaan.

“Maka dari itu, guna meningkatkan kemampuan tersebut, Bidang PSMK terus menggalakkan program yang menunjang peningkatan kompetensi siswa. Seperti, link and match dengan dunia industri, memaksimalkan lembaga sertifikasi, mengoptimalkan teaching factory di seluruh jurusan, dan menyesuaikan kurikulum pendidikan dengan dunia industri,” ungkapnya.***

Bagikan
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *