KOTA CIREBON | BBCOM – Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, meninjau pembangunan senderan di Sungai Suba, RW 09, Kelurahan Drajat, Rabu (8/7/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan progres pembangunan infrastruktur pengendali banjir yang tengah dikerjakan di kawasan tersebut.
Effendi Edo mengatakan pembangunan senderan dilaksanakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai dengan panjang sekitar 90 meter dan tinggi antara 1,8 hingga 2 meter. Infrastruktur itu diharapkan mampu mengurangi risiko luapan sungai yang selama ini kerap menyebabkan banjir di permukiman warga.
“Senderan yang dibangun BBWS ini diharapkan dapat memperkuat sistem pengendalian banjir dan mengurangi dampak luapan sungai bagi masyarakat,” ujarnya.
Selain di RW 09, pemerintah juga telah menyelesaikan pembangunan senderan di RT 01 RW 01 Kelurahan Drajat. Pekerjaan tersebut dilengkapi dengan pembangunan pintu air dan perbaikan saluran drainase untuk meningkatkan kelancaran aliran air.
Wali Kota mengajak masyarakat ikut menjaga dan merawat infrastruktur yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Sementara itu, Lurah Drajat, Daniar, mengatakan wilayahnya menjadi salah satu kawasan yang sering terdampak banjir sejak 2024. Saat banjir besar, ketinggian air mencapai sekitar dua meter dan merendam permukiman warga.
Menurut Daniar, pada Februari 2026 wilayah tersebut kembali dilanda banjir sebanyak dua kali dengan ketinggian air mencapai dada orang dewasa. Kondisi itu mendorong masyarakat mengusulkan pembangunan senderan dan normalisasi sungai sebagai solusi jangka panjang.
Ia menyebut sekitar 160 kepala keluarga terdampak banjir di kawasan tersebut. Karena itu, pihak kelurahan kembali mengusulkan pembangunan senderan di RT 02 Kelurahan Drajat yang masih berpotensi mengalami luapan air agar penanganan banjir dapat dilakukan secara bertahap. (bud)















