BANDUNG | BBCOM – Kepala Sekolah SMPN 14 Bandung, Ani Susaba, M.Pd., dikenal sebagai sosok pemimpin yang aktif, berprestasi, dan visioner. Di bawah kepemimpinannya, SMPN 14 Bandung terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dengan menitikberatkan pada penguatan iman dan takwa, serta prestasi akademik dan non-akademik peserta didik.
Selain berkiprah di dunia pendidikan, Ani Susana juga merupakan atlet pickleball profesional yang telah mengharumkan nama Indonesia di kancah nasional maupun internasional. Ia pernah meraih medali pada ajang Malaysia Grandslam Pickleball 2025 untuk kategori Mixed Doubles 50+, sebuah pencapaian yang membuktikan komitmennya terhadap prestasi dan disiplin.
Dalam kepemimpinannya, Ani Susana memiliki visi untuk meningkatkan mutu sekolah melalui penguatan kurikulum, pengembangan potensi diri siswa, serta pemanfaatan layanan pendidikan berbasis teknologi. Ia menegaskan bahwa prestasi akademik tetap menjadi prioritas utama tanpa mengesampingkan kegiatan ekstrakurikuler, termasuk pembinaan olahraga, khususnya pickleball.
Kepada elvinyos, wartawan bandungberita.com, Ani Susana menyampaikan bahwa pihak sekolah sangat menjaga mutu akademik peserta didik.
“Di sini kami menjaga kualitas akademik secara ketat. Bahkan dalam pemberian nilai, guru-guru terkesan ‘pelit’, karena kami ingin menghasilkan nilai yang benar-benar mencerminkan kemampuan riil siswa,” ujarnya.
Pada tahun 2025 ini, SMPN 14 Bandung juga menerima bantuan pembangunan dua unit WC siswa yang representatif dengan total anggaran sebesar Rp360 juta. Namun, fasilitas tersebut belum dapat digunakan karena masih menunggu proses pemeriksaan fisik dari pengawas terkait.
Lebih lanjut, Ani menjelaskan bahwa pihak sekolah telah mengajukan rehabilitasi sebanyak 12 ruang kelas kepada Dinas Pendidikan Kota Bandung. Mengingat keterbatasan anggaran, Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Pendidikan baru dapat mengakomodasi rehabilitasi total untuk empat ruang kelas yang direncanakan pada tahun anggaran 2026.
“SMPN 14 Bandung termasuk sekolah yang sudah cukup tua. Saat disurvei oleh tim sarana dan prasarana Dinas Pendidikan Kota Bandung, kondisi bangunan terutama bagian atap sudah sangat layak untuk direhabilitasi. Namun sementara ini, anggaran yang tersedia baru untuk empat kelas pada tahun depan,” jelasnya.
Di akhir wawancara, Ani Susana juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap adanya oknum-oknum yang mengatasnamakan LSM, ormas, maupun wartawan yang kerap mencari-cari kesalahan dengan tujuan tertentu. Menurutnya, hal tersebut sering terjadi terutama pada sekolah yang sedang melaksanakan kegiatan pembangunan, termasuk SMPN 14 Bandung.
Meski demikian, Ani Susana menegaskan bahwa pihaknya tetap berkomitmen menjalankan tugas secara profesional dan fokus pada peningkatan mutu pendidikan demi masa depan peserta didik. (elvinyos)















