Perusahaan Luar Negeri Ancam Hancurkan Lintas Lahat – Pagaralam

4 April 2019 / 22:37 WIB Dibaca sebanyak: 603 kali 1 Komentar

Jurnalis: Baraf Dafri. FR

Lahat, Sumsel BBCom – Seringnya terjadi perbaikan jalan aspal hotmix yang mengalami rusak hingga berlubang di jalan yang menghubungkan Kabupaten Lahat dan Kota Pagaralam, warga menilai salah satu penyebabnya kemungkinan mobil pengangkut alat berat Perusahaan Luar Negeri yang kerap melintas melebihi kapasitas muatan.

Warga Desa Tanjung Mulak Kecamatan Pulau Pinang, Minsuri. SH bukan tak beralasan menilai angkutan alat berat perusahaan luar negeri bidang Energi Gas Bumi diduga merusak jalan tersebut.

Saat ditemui media online ini tadi malam Kamis (4/4/2019), Ia mengungkapkan bahwa kadang perdua malam mobil yang mengangkut alat berat seperti, pasak bumi, eksavator, rangka baja dan lain lain melintas di Jalinteng dengan kapasitas tonase mencapai 40 – 50 Ton.

“Sehingga, hancurnya Jalinteng seperti saat ini jelas diduga akibat belasan mobil milik perusahaan luar negeri itu, yakni PT. Suprem Energi Rantau Dedap atau biasa dikenal PT. SERD yang melintasi dengan kapasitas puluhan ton tersebut,” tambah Minsuri.

Minsuri menyarankan agar perusahaan itu lebih mematahui hukum dengan memperhatikan kapasitas jalan. Terlebih posisi rumahnya persis di pinggir jalan lintas, jadi gemuruh mobil dengan angkutan berat sangat terdengar jelas di malam hari.

Sebelumnya, team awak media melakukan investigasi pada Selasa (2/4/2019) malam sekitar pukul 21.22 WIB terlihat belasan mobil dengan berat mencapai puluhan Ton ini, melintas ditengah tengah Jalinteng yang kondisinya jalan masih padat.

“Jelas kami merasa terganggu dengan belasan unit mobil melintas masih dalam kondisi jalan ramai yang tidak menutup kemungkinan amblasnya Jalinteng baru baru ini tak lepas dari mobil mobil yang lewat dengan kapasitas puluhan ton,” kata Banasir (37) warga Kota Lahat yang berhasil dibincangi wartawan.

Selain itu, sambung Banasir, banyaknya jalan hancur mulai dari Desa Muara Siban, Jati Lama, Jati Baru, Kuba, Karang Dalam, Tanjung Sirih, Lubuk Sepang, Pulau Pinang, dan Desa Tanjung Mulak selama ini, tidak menutup kemungkinan diduga akibat mobil pengangkut alat berat PT. SERD.

“Jelas semua ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Belasan mobil yang melintas masih dalam keadaan ramai masyarakat dan membuat sedikit macet jalan ini. Coba ingat ingat, apa yang telah dibangun di PT. SERD untuk Kabupaten Lahat,?” tanya Banasir.

Terpisah Humas PT. SERD, M Goeril Tan ketika dikonfirmasi awak media menjelaskan, semua mobil yang melintas tidak berat, karena gandernya banyak. Jadi, beban dibagi jumlah gandar sehingga masing masing gandar membawa beban yang sama.

“Seperti ini dindo, kalau beratnya 40 ton maka dibagi lima gandar jadi satu gandar membawa 5 Ton. Jangan khawatir soal itu sudah ada ahlinya,” kilahnya.

Goeril Ia beralasan, pembagian yang beban yang rata ini tidak akan menghancurkan Jalinteng. Untuk pengawalan dijalan tidak perlu khawatir sudah ada pihak pihak yang ahli dibidang jalan.

“Tapi, tidak perlu diekspos. Karena hal ini sangat teknis yang tidak gampang dimengerti oleh orang orang yang awam,” pungkasnya.***

Bagikan
Share

1 Komentar

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *