Netty:  Sekolah Harus Menjadi Rumah Ke Dua Buat Anak-anak

1 Februari 2017 / 20:20 WIB Dibaca sebanyak: 436 kali Tulis komentar

BANDUNG BB.Com– Bunda Literasi Jawa Barat, Netty Heryawan, bercita-cita sekolah-sekolah menjadi ramah anak dan berbasis bebas kekerasan serta anak-anak harus bisa melek literasi.

“Dengan demikian, anak-anak Jawa Barat tidak mengalami kejadian kekerasan di sekolah,” katanya pada Rapat Koordinasi dan Pembahasan Program Kerja SMA/SMK Tahun 2017 Hotel Khatulistiwa Kabupaten Sumedang, Selasa (31/1).

Netty mencontohkan kasus yang kembali mencoreng institusi pendidikan mengakibatkan tewasnya tiga mahasiswa Mapala UII. Netty menginginkan agar kasus ini mendapat perhatian dari penegak hukum dan pelakunya diberikan hukum yang berlaku.

Menurutnya, hal tersebut bisa jadi karena ada unsur senioritas dan junioritas. Sebagai antisipasi untuk sekolah-sekolah di Jabar, Netty mengimbau ada tiga aspek yang harus dikembangkan, yaitu hardware, software, dan brainware.

“Hardware-nya dengan memajang plang bertuliskan, misal ‘Jika Anda Melihat Kekerasan atau Menjadi Korban Kekerasan, Lapor Ke Kepala Sekolah’, dengan mencantumkan nomor kepala sekolah, nomor lembaga rujukan layanan seperti P2TP2A setempat dan nomor kepolisian,” tutur Netty.

Untuk software-nya, kata Netty,  berupa melakukan pembinaan dengan mengangkat empat tema besar, yaitu pengasuhan, komunikasi, literasi media, dan kesehatan reproduksi. Brainware-nya yang menjadi tokoh utama adalah kepala sekolah, guru, dan guru BK.

Netty juga mengatakan literasi merupakan kemampuan membaca, mengolah, dan mengelola sebuah informasi sehingga menjadi solusi untuk permasalahan yang dihadapi. Ketika seseorang memiliki kemampuan literasi, setidaknya akan survive untuk berinteraksi di luar rumah dalam pergaulan yang lebih luas.

Netty mengatakan itulah mengapa sekolah harus menjadi rumah ke dua bagi anak-anak, sehingga alih kelola dari kabupaten/kota ke Provinsi Jawa Barat, seharusnya dapat menjadi lebih baik tahun-tahun sebelumnya.

Hadir pada acara ini Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Ahmad Hadadi; Koordinator Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Wilayah IV Bandung Raya, Koordinator Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Wilayah IV, Kepala Sekolah dan Pengawas SMA/SMK dan SLB Wilayah IV. (***)


 

Bagikan
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *