Kepemimpinan Visioner Mulyadi Hidupkan Semangat Hardiknas 2026 di SDN 158 Babakan Sari

BANDUNG | BBCOM – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di SDN 158 Babakan Sari, Kota Bandung, Senin (4/5/2026), berlangsung penuh makna. Momentum tersebut menjadi cerminan bagaimana kepemimpinan yang visioner dan humanis mampu menghadirkan perubahan nyata di lingkungan sekolah.

Di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah Mulyadi, S.Pd., M.M.Pd., tema Hardiknas tahun ini, “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, tidak hanya menjadi slogan seremonial, tetapi diwujudkan dalam budaya belajar yang inklusif dan berorientasi pada kebutuhan siswa.

Mulyadi menegaskan, Hardiknas harus menjadi momentum refleksi bersama untuk menghadirkan pendidikan yang memerdekakan peserta didik.

“Di SDN 158 Babakan Sari, kami memandang Hardiknas sebagai pengingat bahwa seluruh kebijakan pendidikan harus kembali kepada murid. Setiap anak memiliki karakter dan potensi yang berbeda, sehingga sekolah harus mampu menjadi ruang tumbuh yang nyaman dan menyenangkan,” ujar Mulyadi.

Menurutnya, kepemimpinan di sekolah bukan sekadar memberi instruksi, melainkan membangun ekosistem pendidikan yang kolaboratif antara guru, siswa, dan orang tua.

Semangat tersebut terlihat dari suasana kegiatan belajar mengajar yang semakin aktif dan komunikatif. Para guru didorong untuk terus berinovasi dalam metode pembelajaran, sementara siswa diberikan ruang untuk berani bertanya, berdiskusi, dan menyampaikan pendapat.

Salah seorang guru senior, Siti Nurhalimah, S.Pd., mengaku merasakan perubahan positif dalam budaya kerja di sekolah sejak dipimpin Mulyadi.

“Pak Mulyadi selalu memberi motivasi agar guru tidak takut mencoba hal baru. Beliau bukan hanya menuntut hasil, tetapi juga mendampingi proses. Itu yang membuat kami semakin semangat menjadi guru pembelajar,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Adit, siswa kelas V SDN 158 Babakan Sari. Ia mengaku kini lebih percaya diri saat mengikuti pelajaran di kelas.

“Pak Kepala Sekolah sering bilang jangan takut salah. Sekarang kami jadi lebih berani bertanya dan berdiskusi saat belajar,” katanya.

Tak hanya fokus pada peningkatan kualitas pembelajaran, Mulyadi juga berkomitmen membangun lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas diskriminasi. Ia ingin seluruh siswa mendapatkan hak pendidikan yang setara tanpa memandang latar belakang ekonomi maupun sosial.

Menurutnya, sekolah harus menjadi “rumah kedua” yang mampu membentuk karakter, memperkuat literasi digital, serta menumbuhkan semangat belajar sepanjang hayat.

“Mari jadikan sekolah ini tempat yang membahagiakan bagi anak-anak. Tempat tumbuhnya generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan,” pungkasnya.

Peringatan Hardiknas 2026 di SDN 158 Babakan Sari pun menjadi gambaran nyata bahwa kepemimpinan yang inspiratif dapat menghadirkan suasana pendidikan yang lebih hidup, humanis, dan bermakna. (Elvinyos)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *