Spectrum SMPN 1 Cirebon Jadi Ajang Kreativitas Seni dan UMKM Siswa

KOTA CIREBON | BBCOM – SMP Negeri 1 Cirebon kembali menggelar ajang kreativitas tahunan bertajuk Spectrum (Spensa Creatix Artes Festrum) yang dipadukan dengan Bazar Ekonomi Kreatif di lingkungan sekolah, Selasa (19/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung hingga 21 Mei 2026 tersebut menjadi wadah bagi para siswa untuk menampilkan kemampuan seni, budaya, sekaligus kreativitas di bidang ekonomi kreatif. Tahun ini, Spectrum mengusung tema “Ekonomi Kreatif Berkebudayaan” dengan menghadirkan nuansa tradisional khas Cirebon.

Berbagai penampilan seni turut memeriahkan acara, mulai dari tari tradisional, pertunjukan musik, hingga gamelan renteng. Selain itu, pengunjung juga dapat menikmati bazar produk UMKM dan aneka kuliner khas Cirebon yang disajikan di stand masing-masing kelas.

Kepala SMP Negeri 1 Cirebon, Lilik Agus Darmawan mengatakan, Spectrum merupakan agenda rutin sekolah yang melibatkan seluruh siswa kelas VII, VIII, dan IX.

“Alhamdulillah, pada tahun pelajaran 2025/2026 ini SMPN 1 Cirebon kembali menggelar Spectrum mulai 19 hingga 21 Mei. Ini adalah festival kreatif seni yang menampilkan karya dan penampilan seluruh siswa, sekaligus menghadirkan stand ekonomi kreatif,” ujar Lilik.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana bagi siswa untuk menampilkan hasil pembelajaran seni yang selama ini dipelajari di sekolah. Para siswa juga diberikan ruang untuk berkreasi sekaligus belajar bekerja sama sesuai peran masing-masing.

Ia menjelaskan, konsep Spectrum tahun ini berbeda dibandingkan tahun sebelumnya karena lebih menonjolkan unsur budaya tradisional. Setiap kelas diberikan tema dan tugas berbeda agar siswa dapat mengeksplorasi kreativitas secara maksimal.

“Tahun ini kami lebih mengangkat budaya tradisional, mulai dari gamelan renteng, tari tradisional nusantara, hingga makanan khas Cirebon yang disajikan di stand-stand siswa,” katanya.

Tak hanya pertunjukan seni, siswa kelas IX juga menghadirkan pameran lukisan hasil karya kolaboratif. Lukisan-lukisan tersebut dipajang di area kegiatan dan dapat dibeli oleh pengunjung yang berminat.

“Ada juga pameran lukisan karya siswa kelas IX. Mereka berkolaborasi dalam kelompok untuk membuat karya seni yang kemudian dipamerkan di sini. Bahkan jika ada yang tertarik, lukisan itu juga bisa diperjualbelikan,” ungkap Lilik.

Pada kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Sutikno, memberikan apresiasi kepada pihak sekolah, guru, siswa, serta orang tua yang turut mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Menurutnya, Spectrum bukan sekadar pentas seni, melainkan bagian dari proses pendidikan karakter bagi para siswa.

“Saya mengapresiasi kepala sekolah beserta para guru, siswa, dan orang tua yang aktif mendukung kegiatan Spectrum ini. Dalam proses pembelajaran, anak-anak tidak hanya belajar literasi dan numerasi, tetapi juga pendidikan karakter,” ujar Sutikno.

Ia menambahkan, seni merupakan bahasa universal yang mampu membentuk karakter, menanamkan nilai kebersamaan, kedisiplinan, hingga kepemimpinan kepada siswa.

“Melalui seni, anak-anak belajar tentang kebersamaan, keteraturan, leadership, dan juga pelestarian budaya. Ini penting untuk membentuk generasi yang cerdas, berkarakter kuat, tangguh, dan memiliki daya saing,” pungkasnya. (bud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *