Mengapresiasi Upaya Strategis Pengembangan Sektor Pariwisata Kabupaten Bandung Barat

Jalan setapak, salah satu sudut penataan kawasan wisata Curug Malela

Oleh : Teddy Guswana (Redaktur Bandung Berita)

Dalam konteks Pariwisata, Kabupaten Bandung Barat memiliki potensi dan kekayaan pariwisata luar biasa yang eksistensinya mulai dikenal di kalangan wisatawan tidak hanya wisatawan lokal tetapi mulai dikenal dalam jangkauan yang lebih luas. Hal ini tentu menjadi potensi strategis  untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Di waktu mendatang, sektor pariwisata Kabupaten Bandung Barat bukan mustahil akan mejadi salah satu sektor andalan dalam konteks pembiayaan pembangunan kabupaten yang memilikiluas 1.305.77 km2 ini.

Saat ini, Dinas Kebudayaan dan Parwisata Kabupaten Barat sebagai leading sector dalam pengembangan pariwisata, terus menggulirkan kebijakan kebijakan strategis untuk mendorong sektor pariwisata ke arah yang lebih maju. Kebijakan anggaran terus digelontorkan, dan upaya pengembangan sumber daya manusia pun terus disentuh dengan berbagai program pelatihan dan Bimbingan.

Selain itu ditempuh pula pemanfaatkan kelompok kelompok masyarakat yang bergerak di bidang pengembangan wisata untuk bersama sama dalam bentuk partnership mengembangkan pariwisata yang ada di wilayahnya masing masing. Upaya lainnya yang juga bisa dianggap strategis adalah mengajak para konten kreator yang ada di Bandung Barat untuk langsung terlibat didalam pengembangan potensi  wisata.

Setiap tahun, Dinas Pariwisata dan Kabudayaan Kab.Bandung Barat memang terlihat terus mengembangan inovasi inovasi yang tentunya akan memberikan dampak signifikan dalam perkembangan pariwisata. Terlihat, wilayah tempat wisata yang diprediksi bakal menjadi unggulan terus dibenahi sehingga fisically tampilannya semakin memukau. Meskipun anggaran untuk hal ini tidak kecil, tetapi jusru disitulah letak pentingnya kebijakan anggarannya karena tujuan yang ingin dicapai adalah pertumbuhan, perkembangan, dan semakin besarnya ketertarikan masyarakat untuk mengunjunginya sehinggi potensi untuk meraih pendapatan dari sektor pariwisata akan bisa diperbesar. Jika setiap tahun jumlah kunjungan wisata terus bertambah, tidak bisa dipungkiri pendapatan dari sektor ini pun akan semakin besar.

Salah satu tempat wisata yang pada tahun 2025 ini mendapat kucuran dana APBD cukup besar adalah Curug Malela. Hal ini patut dipandang sebagai bagian dari upaya aktualisasi keberadaan tempat tempat wisata yang diprediksi akan menjadi wisata unggulan di masa  depan di luar tempat wisata yang selama ini sudah dikenal luas seperti tempat wisata Lembang. Dengan upaya aktualisasi tempat tempat wisata potensial yang selama ini belum banyak dikenal luas, maka ke depan, ketersebaran tempat kunjungan wisata di Kabupaten Bandung Barat akan semakin merata dan beragam.

Curug Malela saat ini memang mulai jadi bahan perbincangan di kalangan masyarakat yang gemar berwisata. Kondisi inilah yang rupanya ditangkap secara peka oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayan Kabuparen Bandung Barat untuk bisa dikembangkan ke arah yang makin strategis. Dari situlahkemudian dikucurkan dana untuk penataan Curug Malela yang meliputi pembangunan jalan setapak, pembangnan TPT beton, pembangunan toilet parkiran, dan penataan toilet pos pemantau.

Melalui penataan itu, maka Curug Malela akan semakin nyaman untuk dikunjungi. Walaupun jumlah anggaran tersebut belum maksimal untuk melakukan penataan secara menyeluruh di obyek wisata Curug Malela, namun Dinas Pariwisata dan Kebudayaan berkomitmen untuk terus melakukan penataan obyek wisata yang ada di Kabupaten Bandung Barat secara bertahap, dikarenakan keterbatasan anggaran untuk pengembangan tersebut.

Selain Curug Malela, kawasan wisata di sekitar KCIC juga sudah mulai dilakukan kajian untuk dikembangkan, dengan harapan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan dengan keberadaan stasiun kereta api cepat. Kemudian beberapa tempat wisata lainnya yang menarik untuk dikunjungi adalah Sanghyang Knit. Tempat wisata ini yang beberapa kali dikunjungi oleh penulis, mengalami perkembangan terutama pada stand stand makanan yang sudah banyak mengalami penataan. Hasil pencermatan lapangan, Sanghyang Knit mulai banyak dikunjungi wisatawan dari luar Kabupaten Bandung Barat, dan ini adalah kondisi potential yang memerlukan sentuhan kebijakan Dinas Kebudayaan dan PariwisataKabupaten Bandung Barat untuk semakin dikembangkan.

Selain itu, beberapa event juga dilakukan yang berkaitan dengan pengembangan kepariwisataan diantaranya Lomba Guiding Wisata, Festival Barongsae, Event Kreatif Mojang Jajaka, Jarambah di Bandung Barat, dan Festival Irung Irung.

Apa yang dilakukan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bandung Barat jelas patut diapresiasi. Ke depan tentu saja upaya promosi pun perlu menjadi kebijakan lebih agar keberadaan tempat tempat wisata diseluruh Kabupaten Bandung Barat semakin dikenal luas. Ini adalah tantangan tetapi sekaligus harapan dalam konteks pembangunan Kabupaten Bandung Barat secara keseluruhan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *