Pengajian Akbar Momentum Perkuat Ukhuwah dan Nilai Spiritual Masyarakat Pada Hari Jadi Cirebon ke-599

KOTA CIREBON | BBCOM – Pemerintah Kota Cirebon mengapresiasi penyelenggaraan Pengajian Akbar yang digelar Majelis Taklim Asy Syifa sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Cirebon ke-599. Kegiatan ini dihadiri Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, jajaran pengurus Majelis Taklim Asy Syifa, organisasi perempuan, serta tokoh agama di Balai Kota Cirebon, Sabtu (13/6/2026).

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota menyampaikan bahwa peringatan hari jadi sebuah kota tidak hanya dimaknai melalui pembangunan fisik dan berbagai capaian pembangunan, tetapi juga harus diiringi dengan penguatan nilai-nilai keimanan dan akhlak masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Kota Cirebon, saya menyambut dengan sangat gembira dan mengapresiasi penuh inisiatif Majelis Taklim Asy Syifa yang menyelenggarakan Pengajian Akbar ini sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Cirebon. Kota ini tidak hanya dibangun oleh infrastruktur, tetapi juga oleh akhlak dan keimanan masyarakatnya,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan yang berkelanjutan memerlukan keseimbangan antara kemajuan fisik dan pembangunan spiritual. Karena itu, keberadaan majelis taklim memiliki peran strategis dalam membentuk karakter masyarakat dan memperkuat fondasi moral di tengah berbagai tantangan zaman.

Ia menilai majelis taklim bukan sekadar wadah berkumpul dan menuntut ilmu agama, tetapi juga menjadi ruang pembinaan yang mampu menjaga nilai-nilai kebersamaan, kepedulian sosial, dan ketahanan moral masyarakat. Terlebih, para perempuan yang aktif dalam kegiatan keagamaan memiliki peran penting sebagai pendidik pertama bagi generasi penerus.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota juga mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan momentum Hari Jadi Cirebon sebagai sarana introspeksi dan memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun kota.

“Mari wujudkan momen Hari Jadi Cirebon sebagai titik tolak perbaikan diri dan lingkungan. Dengan ukhuwah yang saling menguatkan, saling mengingatkan dalam kebaikan, serta saling mendukung,” katanya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pembangunan Kota Cirebon membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa adanya sinergi, doa, dan partisipasi aktif dari berbagai kelompok masyarakat, termasuk organisasi perempuan dan majelis taklim.

“Semoga dengan adanya pengajian akbar ini terjalin hubungan yang harmonis antarmasyarakat sekaligus memperkuat nilai-nilai religius yang menjadi salah satu fondasi penting dalam mewujudkan Kota Cirebon yang maju, sejahtera, dan berkarakter,” harapnya.(bud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *