KOTA CIREBON | BBCOM – Pemerintah Kota Cirebon mendorong peningkatan literasi keuangan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai upaya memperkuat disiplin, integritas, dan produktivitas kerja aparatur.
Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, saat menutup kegiatan Peningkatan Literasi Finansial ASN di Lingkungan Pemerintah Kota Cirebon Tahun 2026 yang berlangsung di Kantor OJK Cirebon, Selasa (21/7/2026).
Kegiatan itu dihadiri Wakil Wali Kota Cirebon Siti Farida Rosmawati, Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib, Kepala BKPSDM Kota Cirebon Suwarso Budi Winarno, serta 132 peserta yang terdiri dari pengelola tata usaha dan pembina kepegawaian.
Dalam sambutannya, Effendi Edo mengatakan persoalan keuangan yang dialami ASN tidak dapat dianggap sebagai masalah pribadi semata karena dapat berdampak pada konsentrasi, kedisiplinan, hingga kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Seorang ASN dituntut bekerja profesional dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Namun, bagaimana bisa melayani dengan baik jika pikirannya justru terkuras oleh tagihan pinjaman online atau kecanduan judi online,” ujarnya.
Menurut Edo, pemerintah memilih langkah pencegahan melalui peningkatan literasi keuangan agar ASN mampu mengelola keuangan keluarga secara sehat. Ia juga meminta peserta menyebarluaskan pengetahuan yang diperoleh kepada ASN di perangkat daerah masing-masing.
“ASN yang cerdas mengelola keuangan adalah kunci terciptanya aparatur yang bersih, berintegritas, dan produktif,” katanya.
Selama kegiatan, peserta mendapatkan materi mengenai pengelolaan keuangan keluarga, investasi yang aman, serta upaya melindungi diri dari pinjaman online ilegal dan judi online.
Sementara itu, Kepala BKPSDM Kota Cirebon, Suwarso Budi Winarno, mengatakan program tersebut merupakan langkah awal kerja sama antara Pemerintah Kota Cirebon dan OJK dalam meningkatkan literasi serta manajemen keuangan keluarga bagi ASN.
Ia menyebut persoalan keuangan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi konsentrasi, kinerja, hingga kedisiplinan ASN. Karena itu, BKPSDM menargetkan penyusunan rencana aksi literasi keuangan agar seluruh ASN memiliki pemahaman yang memadai dalam mengelola keuangan.
“Dengan penguasaan literasi keuangan, kami berharap kualitas keluarga ASN semakin baik sehingga berdampak positif terhadap kompetensi dan produktivitas kerja mereka,” ujarnya.
Di kesempatan yang sama, Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, mengapresiasi capaian Pemerintah Kota Cirebon dalam satu tahun terakhir, termasuk keberhasilan meraih penghargaan pengendalian inflasi daerah terbaik di Indonesia.
Ia juga menyebut indeks akses keuangan Kota Cirebon menjadi yang tertinggi di Jawa Barat. Menurutnya, tingginya akses terhadap layanan keuangan harus diimbangi dengan literasi keuangan agar masyarakat mampu mengelola keuangan secara bijak dan menghindari perilaku konsumtif, termasuk fenomena Fear of Missing Out (FOMO).
Agus menegaskan OJK Cirebon siap terus mendukung Pemerintah Kota Cirebon dalam memperkuat literasi keuangan, termasuk bagi ASN, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik. (bud)















