KABUPATEN CIREBON | BBCOM – Sebanyak 35 dari 80 Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Kabupaten Cirebon masih belum memenuhi kuota rombongan belajar (rombel) pada tahap akhir Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026.
Untuk mengisi kursi yang masih kosong, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Cirebon membuka program optimalisasi daya tampung yang berlangsung hingga 11 Juli 2026. Program tersebut diperuntukkan bagi calon peserta didik yang belum diterima pada tahapan seleksi sebelumnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, Ronianto, membenarkan masih ada puluhan SMP Negeri yang belum memenuhi kuota penerimaan siswa baru.
“Memang masih ada beberapa sekolah yang belum memenuhi kuota penerimaan SPMB. Karena itu kami melaksanakan program optimalisasi keterserapan daya tampung SPMB SMP Negeri Tahun 2026,” ujar Ronianto, Kamis (9/7/2026).
Ia menjelaskan, selama masa optimalisasi, sekolah yang masih memiliki sisa daya tampung diperbolehkan menerima calon peserta didik yang belum lolos pada proses seleksi sebelumnya. Langkah ini diharapkan dapat memaksimalkan daya tampung seluruh SMP Negeri sekaligus memperluas akses pendidikan bagi lulusan sekolah dasar.
Berdasarkan data Disdik, SMPN 3 Plered menjadi salah satu sekolah dengan sisa kursi terbanyak. Dari kuota 287 peserta didik, baru terisi 151 siswa sehingga masih tersedia 136 kursi. Sementara itu, SMPN 2 Babakan masih membutuhkan sekitar 60 peserta didik untuk memenuhi kuota.
Ronianto menegaskan, program optimalisasi hanya berlaku bagi 35 SMP Negeri yang belum memenuhi daya tampung. Kebijakan tersebut diharapkan memberi kesempatan bagi calon peserta didik yang belum memperoleh sekolah negeri.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak hanya berfokus pada pemenuhan kuota sekolah negeri, tetapi memastikan seluruh anak usia sekolah tetap memperoleh akses pendidikan, baik di sekolah negeri maupun swasta.
“Pada prinsipnya kami tidak mempermasalahkan anak tersebut sekolah di swasta atau negeri, yang penting sekolah,” tegasnya.
Selain membuka optimalisasi penerimaan siswa baru, Disdik Kabupaten Cirebon juga mendata lulusan sekolah dasar yang belum melanjutkan pendidikan untuk mengetahui penyebabnya dan menentukan langkah penanganan.
Sebagai alternatif, Disdik telah menyiapkan jalur pendidikan nonformal melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Cirebon.
“Kalau ada anak yang tidak melanjutkan sekolah, kami sudah menyiapkan PKBM. Saat ini PKBM sudah tersedia di 40 kecamatan dengan rata-rata dua PKBM di setiap kecamatan,” pungkas Ronianto.
:::
Judul SEO yang disarankan: 35 SMP Negeri di Kabupaten Cirebon Kekurangan Siswa, Disdik Buka Optimalisasi SPMB hingga 11 Juli
Frasa kunci: 35 SMP Negeri Kabupaten Cirebon kekurangan siswa
Meta deskripsi: Sebanyak 35 SMP Negeri di Kabupaten Cirebon belum memenuhi kuota SPMB 2026. Disdik membuka program optimalisasi daya tampung hingga 11 Juli untuk mengisi kursi yang masih kosong. (bud)















