Tunggu Aku

19 Mei 2019 / 08:49 WIB Dibaca sebanyak: 343 kali Tulis komentar

Sunyi telah menerpa diriku, tanpa sadar rindu datang membendung hati.

Rumah yang kudapati meninggalkan sejuta memori, rumah yang kusinggahi terasa nyaman dan hangat saat berada di dalam. Semua keluh-kesah, emosi dapat diselesaikan tenang dan damai, rumah pun tempat aku bercerita suka duka bersama keluarga. Di rumah ini ada seseorang istimewa selalu menunggu kedatanganku walaupun fajar telah menyingsing, dan mereka selalu mengantarku ke gerbang tuk pamit pergi meninggalkan mereka. Mereka adalah Ibu&Ayah tercinta tak tergantikan oleh yang lain.

Setiap waktu mereka tak pernah lelah selalu mendidikku sedari kecil hingga dewasa tanpa pamrih. Mereka rela banting tulang demi diriku bahagia dan mendapat Pendidikan layak. Namun, pantaskah aku masih mengais pada mereka? Menjadi beban untuk mereka? Selalu meminta apa yang aku ingin pada mereka? Bahkan mungkin selalu menyusahkan mereka sampai detik ini? . Ibu dan Ayah tak pernah protes saat aku belum bisa memberikan yang terbaik untuk mereka, aku hanya bisa memberikan senyum kebahagiaan, berusaha mempertahankan prestasi yang kumiliki hingga aku bisa melihat senyum indah di wajah Ibu dan Ayah.

Saat aku meninggalkan mereka, Ibu berpesan “hati-hati di jalan, jangan lupa selalu zikir dan jangan pulang larut kami menunggumu pulang,” pesan itu selalu tersimpan dalam memoriku . Dalam hati aku berkata tenanglah Ibu&Ayah aku bisa menjaga diriku untuk kalian. Dan setiap kali berjalan aku selalu ingat perkataan mereka “belajarlah yang rajin biar bisa sukses nanti setelah lulus, Ibu sama Ayah menunggumu untuk itu”.

Tak terbayangkan bila aku tidak bisa menjadi apa yang mereka harapkan bagaimana perasaan Ibu&Ayah nanti? Dalam diriku selalu mengatakan aku bisa dan akan terus berusaha semampuku tanpa harus ditunggu dan diminta. Andaipun Ibu&Ayah tetap setia menunggu aku yakin tetap  bisa sukses dan membuatmu menangis bahagia wahai Ayah&Ibu tercinta karena aku tidak ingin melihat kalian meneteskan air mata kesedihan telah melihatku gagal.

Dalam doa ku panjatkan agar kalian selalu sehat Ibu&Ayah tersayang.

Oleh Maulidia

Bagikan
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *