Kemarau Panjang, Debit Air Menyusut, Produksi Ikan Di Kabupaten Bandung Barat Menurun

KBB | BBCOM – Saat ini Kabupaten Bandung Barat tengah menghadapi kondisi kurang mengutungkan dalam hal produksi ikan, baik produksi ikan dari Kolam Jaring Apung (KJA) di Waduk Saguling dan Cirata maupun dari Kolam Air Tenang akibat terjadinya kemaraupanjang. Penurunan produksi ikan yang terjadi saat ini diakibatkan oleh turunnya debit air yang sangat mempengaruhi dan sangat dirasakan oleh para pembudidaya ikan di wilayah Kabupaten Bandung Barat.

Berdasarkan catatan Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bandung Barat (Dispernakan KBB), penurunan produksi iklan dari KJA dalam waktu satu tahun yaitu 2025 – 2026 mencapai sekitar 9,1 persen. Tahun 2025 produksi ikan terutama pada Triwulan 1 mencapai 9.922 ton. Sedangkan pada priode yang sama tahun 2026 menurun menjadi 9.020 ton. Penurunan ini cukup besar, demikian dikatakan Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan KBB, Wiwin Aprianti.

“Begitupun budidaya kolam air tenang turut pula mengalami penurunan lebih besar. Pada Triwulan I tahun 2025 produksi ikan mencapai 1.550 ton, sedangkan pada periode yang yang sama tahun 2026 menurun menjadi 1.290 ton. Dengan demikian penurunannya cukup besar mencapai 16,8 persen,” Wiwin.

Dijelaskannya, Jika ketersediaan air  yang merupakan komponen utama budidaya ikan terus menyusut, maka keberlangsungan budidaya ikan tidak akan bisa mempertahankan kapasitas budidaya dan hasil panen secara normal, apalagi penyusutan debit air itu terjadi di sejumlah sumber air yang selama ini dimanfaatkan masyarakat untuk kegiatan perikanan, sehingga pengaruhnya terhadap luas dan volume area untuk kegiatan budidaya menjadi semakin kecil.

Kondisi yang terjadi akibat kemarau panjang saat ini, tambah Wiwin, berakibat terhadap siklus pertumbuhan iklan. Oleh karenanya Dispernakan KBB melakukan pemantauan secara berkala terhadap kondisi sumber air guna mengantisipasi dampak buruk yang mungkin timbul karena kemarau saat ini belum bisa dipastikan akan sampai kapan. (Teddy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *