BANDUNG BARAT | BBCOM – Beberapa hari lalu, tepatnya Jum’at (16/10/2026), bertempat di ruang rapat dinas, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungsn Anak (DP2KBP3A) menggelar rapat koordinasi persiapan Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama China Gezhouba Group Company Limited (CGGC).
Dipimpin oleh Kepala DP2KBP3A Kabupaten Bandung Barat, Akhmad Panji Hermawan, S.H.,M.Si, dan dihadiri jajaran terkait dan perwakilan CGGC, agenda strategis itu difokuskan pada perumusan langkah konkret pencegahan serta penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak secara terpadu di sekitar area proyek Upper Cisokan Pumped Storage Power Plant (UCPSPP) Package 4.

Persiapan Perjanjian Kerjasama itu terkait pada perlidungan sosial terutama fokus pada perlindungan perempuan dan anak guna merumuskan langkah konkret untuk mencegahsekaligus menangani kekerasan terhadap prempuan dan anak. Sedangan prioritasnya adalah wilayah dan lingkungan sekitar area proyek infrastruktur Upper Cisokan Pumped Storage (UCPS) tempat dibawanya para pekerja poyek global.
Agenda rapat koordinasi itu merupakan kolaborasi Multisektor yang menekankan bahwa perlindungan sosial dan penciptaan ruang aman tidak bisa hanya mengandalkan peran pemerintah, tetapi membutuhkan komitmen dari sektor swasta yang salah satunya CGGC serta komunitas di sekitar proyek.
Melalui kolaborasi itu, dirumuskan mekanisme rujukan penanganan kasus, program edukasi preventif bagi pekerja dan warga sekitar proyek, serta penguatan pos layanan perlindungan terpadu berbasis komunitas.
Persiapan PKS tersebut merupakan komitmen DP2KBP3A untuk memanfaatan setiap peluang kerjasama dalam rangka memperkuat perlindungan perempuan dan anak. Dalam hal ini, Pembangunan infrastruktur dan perlindungan hak asasi masyarakat harus senantiasa berjalan beriringan demi menghadirkan lingkungan yang aman, adil, dan ramah bagi perempuan serta anak. (***)















