“Tak Mampu Bayar” Tenda Relawan Covid-19 Pedamaran di Bongkar

13 Mei 2020 / 11:13 WIB Dibaca sebanyak: 277 kali Tulis komentar

Keterangan gambar, tenda pos covid-19 kecamatan pedamaran dibongkar pemiliknya

OKI | BBCOM | Tenda pos terpadu kecamatan Pedamaran Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dibongkar pemiliknya, pasalnya sesuai perjanjian para Relawan Apedes tak mampu bayar uang sewa tenda, kèndala yang telah dihadapi oleh Relawan tersebut dalam menjalankan tugas kemanusian, berjuang mengantipasi menyebaran wabah corana di kecamatan Pedamaran menemui jalan buntuh.

Secara kelengkapan APD para Relawan sudah dibantu oleh Sekretaris Covid-19 OKI dan mereka sangat berterimakasih, namun kendala yang sangat riskan dihadapi saat ini oleh relawan diantaranya pembayaran tenda untuk operasional keseharian yang di gunakan.

Menurut Predy ketua Relawan Apedas  menyampaikan, bahwa pihaknya sudah beberapa kali bebicara hal ini dengan pihak kecamatan, namun tidak mendapatkan solusi hingga dibongkarnya tenda Relawan Pos Covid-19. “Kami kecewa dengan pemerintahan kecamatan atas hal ini seakan tak peduli keberadaan pos ini, Kita akan adakan rapat dengan anggota relawan, apakah kegiatan sosial ini harus di teruskan atau bubar.” Ujar Predy

Predy menambahkan, sebenarnya kami sudah melakukan koordinasi dengan Sekcam Pedamaran tapi tetap gantung bahasanyo tidak ada titik temu, sementara camat Pedamaran saat itu sudah di beritahukan juga tapi kelihatannya belum bisa di jawab secara tegas.

“Kami tetap akan berusaha berjuang semaksimal mungkin, karena hal ini sangat memalukan, seakan kepedulian pemerintah kecamatan dan pengusaha tenda telah pudar” ungkap predi

Masalah anggaran berapa pekan ini pemerintah pusat/propinsi/kabupaten/kota telah melakukan pendanaan yang cukup besar serta berbagai pergeseran yang dilakukan mulai dari Dana Desa Bahkan setiap OPD melakukan pergeser untuk penanggulangan covid 19 di wilayah masing masing.

Sementara hasil pantauan Relawan Apedas dikecamatan Pedamaran sampai sekarang anggaran tersebut belum dirasakan oleh masyarakat.

Yang ada nyatanya hanya sebatas retorika belaka sehingga Relawan apedas merasa kwatir sebab jumlah ODP semakin meningkat sementara tindakan pemerintah kecamatan hanya sebatas himbauan bahkan terkesan abai dalam penangan pencegahan covid 19 yang di kecamatan pedamaran. (Pani)

Bagikan
Share
BACA JUGA  H.Iskandar: CJH Harus Persiapkan Diri Secara Matang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *