KAYU AGUNG | BBCOM — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kayu Agung menggelar razia gabungan di kamar hunian warga binaan sebagai langkah deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib) sekaligus mewujudkan komitmen Zero Halinar (handphone, pungli, dan narkoba), Rabu (11/3/2026).
Kegiatan razia tersebut melibatkan sejumlah aparat penegak hukum, yakni Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Kodim 0402 OKI–OI, serta Polres OKI. Razia juga diikuti jajaran petugas Lapas Kayu Agung yang dipimpin langsung Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka. KPLP) Muhammad Yusuf Pamungkas.
Turut terlibat dalam kegiatan itu Kasubsi Keamanan, Komandan Jaga Regu Pengamanan, serta anggota dan staf pengamanan Lapas Kayu Agung.
Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan pemeriksaan secara menyeluruh di sejumlah kamar hunian warga binaan. Dari hasil penggeledahan tersebut, petugas menemukan beberapa barang yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Barang-barang yang diamankan antara lain tali plastik, korek api, alat cukur kumis, parfum, ikat pinggang, hanger, sikat gigi, serta sejumlah barang lain seperti kaleng, kaca, sendok, kabel, dan satu unit handphone.
Seluruh barang hasil temuan kemudian diamankan untuk dilakukan pendataan dan selanjutnya dimusnahkan atau ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku.
Kepala Lapas Kelas IIB Kayu Agung, Chandra Syahputra Tarigan, menegaskan bahwa kegiatan razia akan terus dilaksanakan secara rutin sebagai langkah preventif guna menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan.
“Kami tidak akan memberi ruang terhadap segala bentuk pelanggaran. Keamanan dan ketertiban merupakan prioritas utama demi terciptanya proses pembinaan yang optimal bagi warga binaan,” tegasnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen Lapas Kayu Agung dalam mendukung 8 Asta Cita Presiden Republik Indonesia, 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, serta 21 Arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Razia berlangsung aman, tertib, dan kondusif hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai dilaksanakan. (pani)















