Sisi Lain Sungai Ciliwung

22 Juni 2019 / 20:31 WIB Dibaca sebanyak: 1055 kali Tulis komentar

Apa yang kalian pikirkan jika berbicara tentang Sungai Ciliwung? Sebagian besar dari kalian pasti berpikiran tentang sungai yang dipenuhi dengan sampah, kotor, dan tercemar. Selain itu, Sungai Ciliwung juga selalu dijadikan kambing hitam atas terjadinya banjir yang kerap kali melanda Ibu Kota. Pandangan-pandangan negatif itulah yang selalu mewakili Sungai Ciliwung.

Sumber foto : Dokumentasi Komunitas Ciliwung Depok

Komunitas Ciliwung Depok (KCD) adalah sekumpulan orang yang ingin merubah pandangan negatif tersebut. Komunitas yang menjadi wadah pegiat lingkungan hidup ini ingin memperkenalkan Sungai Ciliwung sebagai wisata konservasi dan edukasi sebagai bagian dari pelestarian lingkungan hidup di sepanjang aliran sungai Ciliwung yang melintasi Kota Depok.

Saung Pustaka Air (SPA) adalah wadah edukasi yang didirikan KCD bagi anak-anak putus sekolah untuk tetap bisa belajar dan berkarya. Di dalam SPA juga terdapat perpustakaan mini yang menjadi sarana bacaan anak-anak tersebut atau pengunjung yang datang. Terdapat 7 lokasi SPA yang ada di aliran Sungai Ciliwung ini, yaitu Kampung Utan, Cilawet, Cikambangan, Ratu Jaya, Kampung Serab, Mampangan dan Balegrang.

Selain itu, KCD juga memberikan fasilitas wisata air berupa arung jeram (rafting) yang melintas di sepanjang Sungai Ciliwung. Berbeda dengan arung jeram seperti biasanya yang hanya sekadar bermain air, arung jeram yang ada di sini lebih menekankan pada edukasi dalam hal pelestarian lingkungan hidup (konservasi) bagi pesertanya. Peserta diajak bersosialisai dengan masyarakat tepi sungai dan melakukan aktifitas yang bersifat perawatan lingkungan. Jarak rafting itu sendiri kurang lebih 22 km sesuai dengan panjang aliran Ciliwung yang melintasi Kota Depok.

Perjalanan rafting dibagi menjadi tiga trayek, dan masing-masing trayek dalam kondisi sungai normal butuh waktu sekitar 2 atau 3 jam. Trayek 1 mulai dai Kampung Utan sampai Grand Depok City (GDC), trayek 2 dari GDC sampai Juanda dan trayek 3 dari Juanda sampai pebatasan Pasir Gunung Selatan.

Selain melakukan pengembangan Sungai Ciliwung sebagai wisata edukasi dan konservasi, KCD memiliki kegiatan rutin yaitu Ciliwung Bebenah dan piket Ciliwung. Kegiatan Berbenah Ciliwung merupakan kegiatan periodik yang dilakukan setiap akhir pekan untuk membersihkan sampah di sekitar basecamp KCD. Sementara Piket Ciliwung ini merupakan kegiatan non perioduk yang ditujukan untuk mengontrol Sungai Ciliwung seperti membersihkan sampah atau mengecek hal-hal yang bisa merusak daerah aliran sungai (DAS) Sungai Ciliwung di sepanjang Kota Depok.

Sumber foto : Dokumentasi Komunitas Ciliwung Depok

Nyatanya dibalik sisi negatif Sungai Ciliwung, masih tersimpan banyak sisi positif yang sangat bermanfaat. Kita sebagai masyarakat juga harus ambil bagian dalam pelestarian Sungai Ciliwung. Bagi kalian yang ingin berkunjung dan mengikuti kegiatan yang ada di KCD silakan datang langsung ke basecamp KCD di Dermaga dan Sempadan Ciliwung Kota Kembang/Grand Depok City. (Dimas Fitra Dirgantara/PNJ)

 

 

Bagikan
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *