oleh

Sebagai Sekolah Piloting SLB A Pajajaran Gelar PTM Terbatas

BANDUNG | BBCOM | Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) A Pajajaran menggelar simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas yang dimulai sejak 13 September 2021. Ketua Satuan Tugas (Satgas) PTM Terbatas SLBN A Pajajaran, Budi Siswati mengatakan, sekolahnya telah ditunjuk sebagai sekolah piloting pelaksanaan PTM terbatas di Kecamatan Cicendo.

“Kita sudah penuhi semua persyaratan dan lolos verifikasi, jadi sudah diizinkan menjalani PTM terbatas,” ungkapnya saat ditemui di sekolah, Jln. Pajajaran No.50, Kota Bandung, rabu (15/9/2021).

Siswati mengungkapkan, pada PTM terbatas, hanya 50% siswa yang melakukan pembelajaran di kelas, dengan durasi 80 menit per dua mata pelajaran. Pembelajaran dilakukan dengan sistem blok per minggu. Sedangkan sebagian lainnya masih melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ). “Jadi, minggu ini dimulai dari kelas XII, minggu depan kelas XI, dan seterusnya,” katanya.

BACA JUGA  Pro dan Kontra Sistem Zonasi

Selain tersedia sarana dan prasarana protokol kesehatan, lanjutnya, hampir 100% guru dan tenaga kependidikan serta siswa SLBN A Pajajaran telah divaksin. “Yang belum itu sebagian karena sedang sakit atau kondisinya memang belum boleh divaksin atas anjuran dokter. Selain itu, ada juga yang belum dapat vaksinasi di daerah tempat tinggalnya,” tuturnya.

Pihaknya pun mendorong seluruh siswa dan keluarga siswa untuk segera melakukan vaksinasi. “Kita tawarkan ke orang tua siswa jika ada informasi vaksinasi, seperti di Mall PVJ dan SMKN 15 Bandung kemarin. Jadi, cepet karena kita jemput bola. Sehingga, saat ada vaksinasi dari pemerintah melalui Kecamatan Cicendo, hanya tinggal sebagian kecil yang divaksin,” imbuhnya.

BACA JUGA  Alih Kelola SMA/ SMK, Pemprov Jabar Memiliki Tambahan PNS Guru Sebanyak 28 Ribu Orang.

Menurutnya, respons siswa dan orang tua pun sangat positif menghadapi PTM terbatas ini. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus mematuhi protokol kesehatan.

“Kita harus selalu siap hadapi Covid-19 hingga menjadikan hidup kita berdampingan dengan Covid, seperti kita menghadapi flu. Protokol kesehatan harus selalu dijaga. Mari membiasakan diri dari new normal (kebiasaan baru di masa Covid-19) menjadi normal,” pungkasnya. (Red)

Komentar