oleh

Pemkot Pastikan Pasar Tradisional Bandung Tidak Jual Daging Babi

Keterangan gambar istimewa

BANDUNG | BBCOM | Pemkot Bandung memastikan pasar tradisional di bawah PD Pasar Kota Bandung tidak menjual daging Babi. Pasalnya, Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan), telah mengawasinya secara rutin.

Kepala Bidang Keamanan Pangan Dispangtan Kota Bandung, Erma Riah mengatakan dalam sidak terakhir yang menggunakan metode detection pig (deteksi daging bagi), juga tidak ditemukan daging babi.

Sidak dilakukan ke 34 pasar tradisional dan enam pasar swalayan, Selasa (12/5/2020). Dengan melibatkan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat.

“Tadi pagi kami sudah sidak. Alhamdulillah dari laporan petugas dispangtan yang kita sebar ke beberapa pasar, hasilnya semua negatif,” katanya.

Menurutnya, hasil yang didapat menggunakan metode detection pig, dengan cara tersebut dapat mengetahui hanya dengan 5 menit menunggu dengan hasil yang cepat dan akurat

“Kami melakukan usaha secara maksimal dengan memakai metode pendeteksi daging tercepat dan terakurat. Selanjutnya kami sudah menyusun strategi melakukan pemeriksaan pada pedagang eceran keliling di lingkungan masyarakat dan di pintu masuk cek poin Kota Bandung,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Dispangtan Kota Bandung, Gin gin Ginanjar, ia memastikan daging sapi yang dijual di pasaran Kota Bandung adalah dengan sistem daging sapi segar.

“Daging sapi yang datang ke Kota Bandung adalah sapi hidup yang dipotong di rumah potong yang dimiliki Pemerintah Kota Bandung.

Seperti, rumah potong Arjuna dan Cirangrang, jadi datang kesini hidup, kemudian dipotong di sini, fresh,” tegasnya

Kendati demikian, ia meminta masyarakat untuk tetap teliti dan berhati hati saat berbelanja kebutuhan pokok di pasar. Jika dalam kondisi normal, secara kasat mata antara daging sapi, babi dan celeng akan sangat terlihat jelas.

“Dari sisi penampakan kalau kondisi normal sangat kelihatan, Harus perhatikan, bedanya daging sapi dan daging celeng,” katanya.

Gin Gin mengimbau, masyarakat tidak tergoda dengan harga yang murah yang di bawah standar. Misal untuk daging sapi harga standarnya dikisaran Rp110.000-Rp120.000, untuk daging sapi beku dikisaran harga Rp80.000-Rp90.000.

“Apabila masyarakat masih merasa was-was terhadap produk daging yang dijual, bisa minta langsung dicek ke minilab food scurity yang ada di pasar setempat,” pungkasnya.

BACA JUGA  FSPMI Sinyalir Pergub 54/2018 Pesanan, Ade: Gubernur Harus Aspiratif

Komentar