KBB | BBCOM | Pelaksaan proyek terutama proyek fisik di lingkungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung Barat (KBB) Tahun Anggaran 2021, saat ini telah rampung seluruhnya. Hal ini tentu memberikan dampak berupa pelayanan kesehatan yang akan semakin baik terhadap masyarakat.
Diantara proyek proyek fisik yang dampaknya dirasakan oleh masyarakat adalah proyek fisik yang berkaitan dengan Puskesmas maupun Puskesmas Pembantu (Pustu). Institusi kesehatan ini yang keberadannya di daerah daerah kecamatan dan desa, merupakan tempat yang paling sering didatangi masyarakat setempat dalam kaitannya dengan masalah kesehatan.
Wajar kalau kemudian Dinas Kesehatan setempat (Kab. Bandung Barat) tiap tahunnya menggangarkan jumlah yang cukup besar untuk membangun, memelihata, dan memperbaiki puskesmas maupun pustu yang ada di wilayah kab. Bandung Barat karena ini merupakan bagian dari upaya memberikan kenyamanan dalam pelayanan kesehatan kepada mayaarakat.
Tentu saja, pihak ketiga yang diberikan kepercayaan untuk melaksanakan proyek fisik tersebut dituntut untuk secara penuh bertanggung jawab atas apa yang diamanatkan oleh Dinas Pemberi pekerjaan sehingga hasil pekerjaanya memenuhi harapan. Dari mulai perencanaan hingga selesainya pembangunan dituntut untuk terlaksana dengan baik.
Pekerjaan pekerjaan fisik tahun anggaran 2021 berkaitan dengan puskesmas dan pustu yang telah berhasil diselesaikan sesuai rencana adalah penataan pemagaran puskesmas Pasirlangu,pemagaran pustu Cijenuk, pembangunan pagar pustu Jeplek-Pasirlangu, rehabilitasi saluran drainase puskesmas Cikalong, perbaikan pustu Cicadas Rongga, rehabilitasi pustu Pasir Calung Cipada-Cisarua, lanjutan renovasi pustu Cinengah, dan lanjutan renovasi pustu Cibitung.
Secara geografis, lokasi lokasi puskesmas dan pustu di wilayah kab. Bandung Barat, berdasarkan pantauan Bandung Berita, memang ada yang lokasinya agak sulit dijangkau, sehingga dalam pelaksanaan pekerjaannya memerlukan penanganan extra.
Namun hal ini tidak menjadi hambatan berarti sehingga mampu diselesaikan sesuai rencana, baik dari segi waktu maupun kualitas pekerjaan.
Secara teknis, selesainya pekerjaan pekerjaan tersebut tidaklah terlepas dari sinergitas antara Dinas Kesehatan Kab. Bandung Barat selaku pemberi pekerjaan, pihak konsultan perencana, pihak pelaksana (pemborong), dan konsultan pengawas. Sinergitas inilah yang mampu meminimalisir jika di lapangan timbul persoalan persoalan teknis.
Menurut Risman selaku konsultan perencana, proyek proyek fisik terutama yang berkaitan dengan puskesmas dan pustu perencanaannya telah dilaksanakan dalam rentang waktu yang cukup memadai.
“Dengan demikian perencanaanya bisa dilakukan secara cermat dan menyesuaikan kepada anggaran dan lokasi pekerjaan. Tentu saja, didalamnya mempertimbangkan aspek geografis dan kondisi lokasi. Bisa saja anggaran yang dialokasikan tidak sepenuhnya dipergunakan kepada fisiknya, karena diperhitungkan juga lokasi yang berpotensi memakan anggaran, misalnya ongkos angkut ke lokasi pekerjaan yang relatif agak sulit dijangkau. Namun demikian yang menjadi prioritas dalam perhitungan RAB adalah untuk pekerjaan utama”, kata Risman ketika bincang bincang dengan Bandung Berita.
Begitupun kata Iyus dari pihak pelaksana yang turut bincang bicang mengatakan, Pelaksanaan proyek fisik Puskesmas dan pustu, tidak semuanya berada di lokasi yang mudah dijangkau.
“Ada yang lokasinya relatif agak sulit. Ya namanya di kampung, hal ini menjadi hambatan tersendiri. Tetapi kita berusaha untuk mengatasinya sedemikian rupa, sehingga pelaksanaannya bisa diselesaikan sesuai rencana. Intinya, kita berusaha mengerjakananya sesauai rencana”, tegas Iyus. (Teddy Guswana)














