Kita Satu Bangsa dan Satu Tanah Air

14 Mei 2019 / 21:01 WIB Dibaca sebanyak: 296 kali Tulis komentar

Kita memilih siapa pun itu adalah hak kita sebagai warga negara. Mereka memilih siapa pun itu adalah hak mereka sebagai warga negara. Lalu ketika pilihan aku dan kamu berbeda pilihan lantas kita bermusuhan?

Kenapa?

Penulis: Omega Rosiana/mahasiswi Politeknik Negeri Jakarta Program Studi Jurnalistik

Setiap manusia mempunyai pemikiran yang berbeda-beda terhadap satu hal. Apa yang kita pikirkan belum tentu sama dengan yang mereka pikir kan.

Memang di negara demokrasi kita sangat dibolehkan menyampaikan pendapat, mengkritisi sesuatu. Tapikan ada aturannya. Negara kita negara hukum. Cobalah kita menaati aturan yang dibuat negara ini. Menyampaikan pendapat serta mengkritisi sesuatu pakailah etika agar didengar orang yang bersangkutan.

Lalu kenapa kita harus ribut? Saling serang dan menyakit?

Kita ini saudara satu bangsa. Perjuangan para pahlawan untuk bangsa ini akan sia-sia jika kita saling menyerang satu sama lain. Sesama bangsa kita sendiri. Saudara kita sendiri.

Negara ini akan maju jika kita bersatu bukan bertengkar apalagi bermusuhan. Lalu untuk apa Bhineka Tunggal Ika dibuat?

Pajangan dan pelengkap lambang negara?

Haruskan negara ini runtuh dulu baru kita sadar? Haruskan kita berdarah-darah dulu baru kita peduli satu sama lain?

Apa yang kita dapatkan jika kita bertengkar dan bermusuhan? Tidak ada. Malahan jika kita terus menerus bertengkar dan menyakiti satu sama lain. Negara ini akan hancur karena ulah kita sendiri.

Kurangnya rasa nasionalisme dalam diri kita. Membuat kita hanya memikirkan ego pribadi. Tidak sedikit pun dibenak kita memikirkan bangsa ini. Kita hanya peduli akan diri kita. Melupakan hal penting kalau kita hidup didunia ini berdampingan satu sama lain. Bukan sendirian.

Jangan lupakan jika terjadi sesuatu dengan diri kita. Keluarga, sanak saudara, dan tetangga yang akan menolong serta membantu kita.

Yang negara ini butuhkan adalah masyarakat yang saling gotong-royong membangun negeri. Bukan masyarakat yang gotong-royong merusak negeri. Menghilangkan rasa kepercayaan diri satu sama lain.

Kita harus tetap bersatu membangun negeri ini. Berpegangan tangan dan saling merangkul dalam memajukan bangsa. Negara ini membutuhkan kita. Negara ini tidak akan protes siapa pun pemimpinnya. Asalkan warganya menerima apapun hasilnya. Kita harus mendukung pemimpin negara ini dalam melaksanakan kewajibannya. (**)

Bagikan
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *