NGAMPRAH | BBCOM – Tahun 2025, Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik Kabupaten Bandung Barat (Bakesbangpol KBB) telah melaksanakan pengukuran Indeks Harmoni. Hasilnya dilihat dari dimensi Ekonomi, Dimensi Sosial, Dimensi Budaya, dan Dimensi Keberagaman menunjukkan kondisi bagus yakni 6,55. Artinya secara umum hasil pengukuran itu menunjukan bahwa masyarakat Kabupaten Bandung Barat cenderung hidup rukun dengan toleransi antar umat beragama dan suku.
Hal itu merupakan kondisi berharga dan menjadi pondasi kuat bagi penyusunan perencanaan, pelaksanaan dan pencapaian visi misi dalam pembangunan Kabupaten Bandung Barat. Demikian dikatakan Kepala Bangkesbangpol KBB, Weda Werdiman diruang kerjanya belu lama ini.
Diungkapkan oleh Weda bahwa hasil pengukuran IndekHarmoni itu ke depan bisa saja berubah karena indek harmoni itu kondisinya dinamis. “Oleh karenanya hasil pengukuran Indek Harmoni ini bisa dijadikan guidance untuk tetap menjaga dan memelihara kerukunan di masyarakat KBB. Intinya adalah harus tercipta silatuhrani dan komunkasi yang baik untuk membangun Kabupaten Bandung Barat. Silaturami dan Komunikasi, itulah kuncinya”, tegas Weda.
Ditambahkkan Weda, Kondisi indek harmoni yang ada di Kabupaten Barat tentunya menjadi modal untuk terus meperkuat kolaborasi antara pemerintah dengan masyarakat dan juga dengan kalangan stakeholder. “Didalam penyusunan RPJMD oleh pemerintah KBB dan penetapan Renstra oleh Perangkat Dinas senantiasa didasari oleh semangat kolaborasi, dan hal ini sebetunya sudah tertuang didalam visi amanah KBB. Dalam hal ini maka kondisi indek harmoni di masyarakat berkaitan erat dengan semangatt kolaboratif sehingga bisa menadi modal penting dan bisa dijadikan dokumen pendamping dalam penyusunan rencana dan pencapaian pembangunan kabupaten Bandung Barat.
Pada kesempatan itu, Weda memaparkan, dari hasil pengukuran indek harmoni bahwa toleransi di masyarakat KBB cukup bagus. “Karenanya ke depan kondisi ini akan menjadi dasar semangat untuk terus memperkuat upaya pemerintah KBB guna mempertahankan tingkat kepercayaan masyarakat, menjadi bahan untuk pemetaan kerawanan sosial, dan juga untuk mencegah konflik serta tetap memelihara harmoni ditengah keberagaman”, pungkas Weda. (teddy)















