Fasilitas dan Minat Baca Bertolak Belakang

2 Juli 2019 / 08:32 WIB Dibaca sebanyak: 130 kali 1 Komentar

Foto: Ilustrasi Google

“Negara disebut maju dan berkembang kalau masyarakatnya mempunyai minat baca yang tinggi, dengan dibuktikan dari jumlah buku yang diterbitkan dan jumlah perpustakaan yang ada di negara tersebut” Kutipan itu berasal dari salah satu Pustakawan Indonesia Setiawan Hartadi.

Di era globalisasi sekarang, kita diberikan kemudahan dalam membaca. Hal tersebut dapat dilakukan kapanpun dan dimanapun apalagi dengan adanya teknologi digital. Namun, sayangnya menurut Duta Baca Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, minat baca masyarakat Indonesia masih rendah dibandingkan dengan negara-negara lainnya. Riset lain bertajuk World’s Most Literate Nation Ranked yang dilakukan oleh Central Connecticut State University, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca, persis di bawah Thailand (59) dan di atas Bostwana (61). Padahal, dari segi penilaian infrastuktur untuk membaca, peringkat Indonesia berada di atas negara-negara Eropa.

Ironisnya, Perpustakaan Nasional tertinggi di dunia ada di Indonesia, tepatnya di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat (Perpusnas). Bangunan ini memiliki 24 lantai dan 3 basement dengan ketinggian gedung 126,3 meter, menyusul di posisi kedua yaitu Shanghai Library Institute yang tingginya 106 meter.

Foto: Dwi Rahmawati

Fasilitas yang baik nampaknya kurang mendorong masyarakat untuk gemar membaca, untuk itu disajikan beberapa manfaat penting jika gemar membaca.

1. Membaca buku dapat membuat seseorang lebih fokus

Hal ini diutarakan oleh Presiden Direktur dari Riset Haskins Laboratories, Ken Pugh,PhD. Ia mengatakan bahwa kebiasaan dari membaca buku dapat memacu otak untuk berpikir dan lebih berkonsentrasi. Bagian otak telah mengembangkan fungsi lain seperti kemampuan imajinasi, bahasa, dan pembelajaran asosiatif, semua terhubung dalam sirkuit saraf tertentu ketika membaca.

2. Sebagai latihan, untuk kesehatan otak

Seperti dilansir majalah Prevention, “Aktivitas yang melibatkan latihan otak membuat otak lebih efisien mengubah struktur untuk terus berfungsi dengan baik”, hal ini dikemukakan oleh Robert S.Wilson, PhD, professor neuropsikologi di Rush University Medical Center. Beliau menambahkan, menjadikan membaca buku sebagai hobi dari kecil, bermanfaat besar untuk kesehatan otak di usia tua nantinya.

3. Mengurangi tekanan

Penelitian di Inggris belum lama ini, peserta diberikan waktu beberapa menit untuk aktivitas merangsang kecemasan. Ada yang membaca, mendengarkan musik dan bermain video games. Hasilnya, peserta yang membaca buku dapat mengurangi angka kecemasan sebanyak 67%. Angka tersebut sangat signifikan dibandingkan dengan melakukan kegiatan yang lain.

Beberapa manfaat di atas hanya sebagian dari pentingnya membaca buku, Jadi tunggu apalagi? Perbanyaklah membaca buku dan kurangi intensitas berselancar di dunia maya, karena sesungguhnya buku adalah jendela dunia. (Dwi Rahmawati/PNJ

Bagikan
Share

1 Komentar

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *