Disdik Jabar Gelar “Japan Indonesia Students Net”, Lulusan SLTA

15 September 2019 / 18:12 WIB Dibaca sebanyak: 195 kali Tulis komentar

BANDUNG | BBCOM–Isu angka pengangguran terbesar di Jabar sampai kini masih didominasi para lulusan SMA dan SMK. Untuk itu, guna menekan angka pengangguran, maka Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar, menggelar “Seminar Program Beasiswa Pendidikan Perawat Lansia Bersertifikat Jepang bagi Siswa Lulusan SMA/SMK Keperawatan” di Aula Tikomdik, Jalan Dr. Radjiman No. 6, Bandung, Selasa (10/9/2019).

Seminar diselenggarakan dengan menggandeng Sentra Global Edukasi (SGE) Indonesia. Tujuannya, untuk memberikan pengetahuan serta membuka paradigma masyarakat, tentang pentingnya melanjutkan pendidikan sebelum bekerja di negara sakura.

Melalui konsep “Japan Indonesia Students Net”, program beasiswa pendidikan ini menjadi ikatan kontrak untuk melanjutkan pendidikan dan bekerja di Jepang.

Kepala Dinas Pendidikan Jabar, Dewi Sartika mengatakan, program ini sangat membantu untuk menurunkan isu pengangguran di Jabar. Selain itu, kerjasama pendidikan dalam konsep program Japan Indonesia Net juga bisa membantu meningkatkan mutu pendidikan dalam penyerapan lulusan SMA dan SMK.

”Ini merupakan kolaborasi untuk menyingkirkan pengangguran di Jabar, terlebih tenaga kerja perawat dibutuhkan untuk bisa merawat para lansia,” singkat Dewi.

Sementara itu, CEO Sentra Global Edukasi, Rudi Subiyanto mengungkapkan, terdapat beberapa skema yang harus dilewati oleh siswa. Di antaranya, pendidikan bahasa Jepang selama satu tahun enam bulan di Okayama Institute of Languages, dilanjutkan pendidikan akademi careworker selama dua tahun.

”Ada juga jaminan pekerjaan selama tiga tahun di beberapa rumah sakit lansia di Jepang sebagai perawat. Selain itu, siswa akan mendapatkan kesempatan bekerja paruh waktu dan mempunyai penghasilan agar bisa memenuhi kebutuhan hidupnya,” ungkap Rudi.

Dia menjelaskan, pengembangan program kerjasama dengan Disdik Jabar sebagai bukti nyata untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang menjadi tanggung jawab bersama dan harus dirasakan bersama.

Program ini, lanjutnya, didukung dengan fenomena di Jepang yang menurunnya usia produktif, dimana jumlah lansia lebih banyak dibandingkan kaum muda.

”Sedangkan Jabar unggul dalam jumlah pemuda dan memiliki potensi di bidang tenaga kerjam,” jelasnya.

Hal serupa disampaikan Chairman of Okayama Institute of Languange, Hiroko Katayama, sehingga dia berharap, pemuda Indonesia bisa terlibat dalam program ini dan didukung dengan kemampuan yang baik.

”Jepang memang kekurangan pemuda. Oleh karena itu, kami sangat membutuhkan tenaga perawat lansia dari Indonesia. Kami berharap, pemuda Indonesia juga bisa mengaplikasikan dengan baik ilmu yang didapatnya nanti,” harap Katayama. (hms/red

Bagikan
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *