BANDUNG | BBCOM – Pemerintah Kota Bandung menunjukkan komitmennya dalam memperkuat tata kelola pemerintahan berbasis digital, terutama melalui implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).
Kepala Diskominfo Kota Bandung, Henryco Arie Sapiie mengatakan, pelaksanaan SPBE yang merupakan amanah dari pemerintah pusat sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018, telah mengantarkan Kota Bandung meraih nilai tertinggi di tingkat pemerintahan kota di Indonesia dengan indeks 4,66 atau sangat memuaskan.
“Sebagai upaya mempertahankan nilai tersebut salah satunya dengan cara melaksanakan peningkatan kompetensi SDM digital yang berkelanjutan. Terutama SDM pemimpin digital,” ujarnya.
Seiring dengan perkembangan zaman, adanya Artificial Intelligence (AI), telah menjadi bagian penting dalam mendukung kinerja pemerintahan. Sehingga Pemerintah Kota Bandung pun telah mengadopsi AI dalam berbagai aspek.
Dia mengatakan, AI1 atau kecerdasan buatan bukan lagi sesuatu yang hanya dibicarakan di masa depan, tetapi telah menjadi realitas yang harus dihadapi. Sehingga Pemerintah Kota Bandung sudah menggunakan AI dalam analisis data serta dalam mengambil dalam pengambilan keputusan.
“Oleh karena itu para pemimpin di tingkat pemerintah perlu memahami, mengenali dan memanfaatkan teknologi ini secara bijak dan strategis,” kata Henryco.
Menurutnya, seorang pemimpin tidak cukup hanya memahami kebijakan dan administrasi, tetapi juga harus mampu membaca perubahan bahan zaman, memahami perkembangan teknologi, serta mengambil keputusan yang cepat, tepat, dan berbasis data.
“Artificial Intelligence dapat membantu pemerintah dalam banyak hal, antara lain meningkatkan kualitas pengambilan keputusan melalui analisis data yang lebih cepat dan akurat,” ucapnya.
Selain itu, kata dia, AI juga mendukung perencanaan program dan kebijakan berbasis kebutuhan masyarakat, mempercepat pelayanan publik melalui partisipasi dan digitalisasi, memperkuat pengawasan, evaluasi, dan manajemen resiko serta meningkatkan efisiensi kerja di lingkungan perangkat daerah.
“Namun demikian, pemanfaatan AI juga harus disertai dengan tanggung jawab. Kita harus memastikan bahwa teknologi ini digunakan secara etis, aman, transparan dan tetap berorientasi pada kepentingan masyarakat,” ujar Henryco.
Menurutnya, jangan sampai teknologi ini menimbulkan kesenjangan, penyalahgunaan data ataupun menurunkan kualitas pelayanan.
“Serta membangun pemahaman yang sama mengenai AI agar yang sudah mulai dimanfaatkan di Pemerintah Kota Bandung ini dapat lebih dikembangkan dan dimanfaatkan untuk mendukung kepemimpinan dan tata kelola pemerintahan yang lebih baik,” (elvin yos/hms)















