Ayah, Ibu, Tunggu Aku

15 Mei 2019 / 08:12 WIB Dibaca sebanyak: 355 kali Tulis komentar

Setiap orang tua pasti akan melakukan apapun yang terbaik untuk anaknya. Banyak perjuangan yang harus mereka lalui agar sang anak bisa menggapai cita-citanya. Mereka merawatku dengan kasih sayang yang sangat tulus dan tak akan pernah ada ujungnya.

Penulis: Mega Zalsadhila/mahasiswi Politeknik Negeri Jakarta.

Ibu adalah sosok wanita tegar yang paling aku sayangi, sedangkan ayah adalah sosok pria tangguh yang paling aku cintai. Mereka membesarkanku dengan penuh cinta dan kasih sayang. Merawatku dari kecil hingga detik ini. Di usiaku sudah beranjak dewasa ini, ibu dan ayahku selalu menganggapku ‘’anak kecil’’ yang masih sangat butuh perhatian dari orang tuanya.

Ibu rela bangun lebih pagi agar bisa menyiapkan sarapan untuk suami dan anaknya. Menurutku, menjadi ibu rumah tangga adalah pekerjaan yang sangat berat jika tidak dijalani dengan hati yang tulus dan ikhlas. Namun, aku yakin ibuku pasti mengerjakannya dengan hati yang tulus, terlihat dari wajahnya yang selalu tersenyum, dan tidak pernah mengeluh untuk menyelesaikan pekerjaan rumah yang tidak ada habisnya.

Tidak hanya ibu, ayahku juga rela bekerja hingga larut malam dan pulang ke rumah saat anak-anaknya sudah tidur. Mencari nafkah dari pagi hingga malam. Itu semua ia lakukan agar bisa membahagiakan anak dan istrinya. Walaupun ia sibuk bekerja, saat libur tiba ia selalu mengajakku bermain dan terkadang mengajakku pergi berjalan-jalan menghabiskan waktu di hari Minggu.

Ayah dan ibuku adalah guru terbaik yang selalu mendidik dan mengajarkanku tentang banyak hal, teman disaat aku sedang kesepian, penolong disaat aku sedang kesusahan, dan juga penyemangat disaat aku sedang terpuruk.

Ayah, ibu, maafkan aku yang belum bisa membahagiakan mu. Aku memang tidak akan bisa membalas semua kasih sayang dan ketulusan yang telah kalian berikan kepadaku. Walau terkadang aku sering membuat kalian sedih bahkan kecewa. Suatu hari nanti aku pasti bisa membuat kalian bangga kepadaku.

Ibu, maafkan aku telah merepotkanmu sejak di dalam kandungan. Ayah, maafkan aku yang selalu meminta sesuatu yang terkadang tidak penting, namun kau selalu menuruti semua itu. Aku selalu berdoa agar kalian tetap menemaniku hingga aku sukses nanti, agar aku bisa membalas jasa-jasa yang selama ini telah kalian berikan.

Ayah, ibu, jika bukan karena kehendak Sang Pencipta, aku tidak mungkin dapat hidup di dunia ini bersama kalian, ayah, ibu. Terima kasih untuk segalanya yang telah engkau berikan. Doakan aku agar aku bisa sukses dan dapat membahagiakan kalian, ayah, ibu. Aku mencintaimu.

Bagikan
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *