KBB | BBCOM – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bandung Barat (Dinas Damkar KBB) saat ini telah menempati gedung baru yang berlokasi di Komplek Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung Barat (Pemda KBB). Sebelumnya dinas ini menempati kantor sementara di kawasan Kota Baru Parahyangan, Padalarang.
Meski gedung baru yang ditempati saat ini secara fisik belum sepenuhnya selesai, namun sudah cukup memadai untuk mendukung kinerja operasional Dinas Damkar. Karenanya ke depan masih akan terus dilakukan penyelesaian gedung sehingga benar benar selesai seluruhnya.
Menurut Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Siti Aminah Anshoriah yang ditemui di sekitar Komplek Perkantoran Pemda KBB beberapa waktu lalu, rencana penyelesaian gedung Mako Damkar KBB direncanakan hingga tahun 2027. “InsyaAllah hingga akhir tahun 2027 direncanakan selesai, mengingat keberadaan gedung mako menjadi sangat penting yang didalamnya mecakup pelayanan kepada masyarakat dan menjadi pendukung kegiatan di setiap sektor. Untuk tahun ini di tengah kebijakan fiskal, anggaran untuk kegiatan damkar tetap ada tetapi seperti kita ketahui kan ada efisiensi, jadi tidak bisa pembangunan gedung Mako selesai seluruhnya tahun ini. Oleh karenanya direncanakan hingga akhir tahun 2027,” ujar Siti Aminah.
Yang akan kita bangun di tahun ini, menurut Siti Aminah Anshoriah yang kerap dipanggil Ibu Aan, adalahpembangunan kolam penyelamatan yang nantinya akan menjadi tempat latihan penyelamatan. “Kolam ini jugaberfungsi untuk penampungan air yang bisa dipergunakan untuk pengisian mobil mobil damkar.”
Ketika disinggung mengenai kemungkinan akan mengajukan panambahan anggaran perubahan untuk mempercepat penyelesaian fisik, dijelaskannya tahun ini kurangmemungkinkan mengajukan penambahan angaran di perubahan karena waktunya pendek. Yang akan diajukan adalah penambahan anggaran terutama untuk pemenuhan peralatan damkar dan peralatan rescue yang dirasa masihkurang, termasuk untuk kebutuhan di sektor sektor agar lebih memenuhi standar.
“Saat ini kita sudah memiliki sektor di 7 kecamatan termasuk di mako yaitu Kecamatan Cililin, Kecamatan Lembang, Kecamatan Parongpong, Kecamatan Cipatat, Kecamatan Singkerta, dan Kecamatan Cikalomg Wetan. Mengenai kebutuhan utama disetiap sektor seperti mobil pemadam sudah ada. Namun masih banyak kebutuhan yang belum ada dantaranya peralatan damkar dan rescue,” ujar Siti Aminah.
“Kedepan rencananya sektor sektor ada di setiap kecamatan. Namun masalahnya terletak pada personil yang belum memadai. “Yang penting, yang ada sekarang kita maksimalkan untuk bisa melayani masyarakat. Paling tidak dari Utara ke Selatan dan di wilayah Timur bisa terlayani.”
Pada kesempatan itu, Siti Aminah menghimbau kepada masyarakat untuk selalu berhati hati dengan api. “Kebakaran bisa terjadi kapan saja dan biasanya karena kelalaian seperti meninggalkan kompor yang masih menyala, membakar sampah yang tidak ditunggu dan diawasi, atau buang puntung rokok sembarangan. Kelalain seperti ini sedapat mungkin yang harus dihindari oleh masyarakat,” pungkasnya. (Teddy)















