KBB | BBCOM | Tahun anggaran 2022, Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bandung Barat (Disarpus KBB) telah menyelesaikan paket paket pekerjaan, baik pengadan E-Book maupun buku buku fisik yang dananya bersumber dari APBD KBB sendiri maupun dari Bangub (bantuan Gubernur Jawa Barat). Paket peket pekerjaan itu meliputi :Pengadaan E-book dan pengadan buku buku secara fisik.
Menurut Sekretaris Dinas Arsip dan Perpustakaan, Rahadian Setiady, S.Sos., M.Si, pada intinya pengadaan E-Book maupun pengadaan buku buku secara fisik ditujukan untuk meningkatkan layanan kepustakaan kepada masyarakat. “untuk E-Book bisa diakses melalui aplikasi Gurilem KBB (Gudang Literasi Masyarakat Kabupaten Bandung Barat). Aplikasi digital ini menyediakan buku buku bacaaan yang bisa diakses kapan saja dan dimana saja. Untuk mendownload aplikasi Gurilem KBB bisa di instal melalui play store” papar Rahadian.
E-Book ini, tambah Rahadian, ditujukan untuk memperkaya koleksi sekaligus mengikuti perkembangan jaman digitalisasi, sehingga masyarakat akan mudah mendapatkan buku buku bacaan melalui aplikasi yang telah kami sediakan bekerjasama dengan salah satu penerbit nasional Gramedia.
“Kerjasama dengan gramedia tahun ini sudah memasuki tahun kedua. Tahun pertama penyediaan wadah aplikasinya dan tahun ke 2 mulai melengkapi koleksi buku buku bacaannya. Selama ini respon masyarakat cukup bagus, yang pada gilirannya diharapkan akan bisa meningkatkan minat baca khususnya di masyarakat KBB. Kedepan koleksi E-Book ini rencananya akan terus ditambah sehingga akan semakin lengkap dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat”, katanya.
Selain E-Book, Disarpus KBB juga menyediakan buku buku secara fisik untuk melengkapi bahan bacaan di perpustakaan perpustakaan yang ada di wilayah KBB. “Pengadaan buku buku seara fisik ini juga tetap harus diusahakan pengadaannya karena perpustakaan yang ada di wilayah KBB cukup banyak dan perlu terus dibantu pengadaan buku buku koleksinya”.
Dalam kaitan pengadaan buku buku secara fisik, Rahadian juga menjelaskan, hal ini terkait dengan adanya perpustakaan desa. Di wilayah KBB dari jumlah 165 desa,sekitar 70 desa yang sudah memiliki prpustakaan, dan pihak Disarpus mambantu pengadaan buku bukunya. Selain itu ada juga taman taman bacaan yang kesemuanya berada didalam bimbingan teknis Disarpus KBB.
Bahkan, tambahnya, Disarpus juga memiliki kegiatan safari literasi dengan mengundang desa desa di setiap kecamatan sebagai bagian dari sosialissi literasi agar pengembangan literasi sampai ke tingkat desa. “Safari literasi ini bentuknya semacam seminar dengan nara sumber utama bnuda literasi KBB, dan safari literasi ini akan terus dilaksanakan sehingga literasi di desa desa di wilayah KBB akan terus meningkat.
Soal pengadaan buku buku secara fisik, pihak disarpusselalu bekerja sama dengan rekanan yangpunya kapabilitas,qualified dantergabung didalam keanggotaan IKAPI serta sudah memiliki pengalaman yang teruji. Dengan demikian dari aspek jumlah buku, judul, serta spesifikasinya bisa terpenuhi.
Ke depan, tegas Rahadian, Perpustakaan di wilayah KBB diharapkan akan terus bertambah. Koleksi buku secara fisik dan juga E-Book akan semakin lengkap. Hal inilah yang terus diusahakan nntuk terpenuhi sehingga aspek literasi di wilayah KBB akan semakin meningkat. (Teddy Guswana)














