Rising Star “Jadi Juri Harus Tegas..! Dan Peserta, Harus Siap Segalanya.

25 Januari 2017 / 08:51 WIB Dibaca sebanyak: 405 kali Tulis komentar

BANDUNG BB.Com. MELIHAT, mendengar dan menyimak salasatu “ajang pencarian bakat” yang ditayangkan oleh RCTI yaitu “Rising Star Indonesia”. Pada hari Senin malam (23/1/2017).

Penampilan peserta bernama Valeri dan Uly Siahaan. Sangat “menyedot” naluri atau insting saya.

Penampilan Valeri dan Uly, memang terlihat “sempurna”. Feeling saya mengatakan, pasti masalah vote, akan berbeda “tipis”. Hal ini tentu saja, pasti menjadi perhatian juga dari empat juri-nya yaitu Rosa, Ariel, Yudika dan Anang.

Ya..memang benar jumlah vote sangat tipis yaitu Valeri 86,74 persen dan Uly Siahaan 86,39 persen.

Rosa dan Yudika sebagai Juri benar-benar profesional dan tegas. Dua juri ini, memilih Uly Siahaan. Tetapi lain lagi dengan Ariel dan Anang, kedua juri ini “sepertinya” tidak “tegas”. Kedua juri ini seperti kebingungan…? Menginginkan Valeri dan Uly Siahaan, keduanya bisa lolos ke tahap berikutnya.

Menyimak komentar Anang, saya sangat setuju. Bahwa ketika pemilihan lagu, setiap peserta diusahakan untuk membawakan atau menyanyikan lagu berlirik Indonesia. Masalah “genre” musik, tidak perlu dipermasalahkan. Asal disesuaikan dengan kemampuan atau karakter sang peserta. Sebab perlu diingat. Bahwa karya musisi dan pencipta lagu Indonesia, sudah terbilang “berkarya” di “mata” dunia.

Yudika yang “jebolan” salasatu “ajang pencarian bakat” ini. Sekarang siapa yang tidak hapal dengan Yudika di blantika musik Indonesia, bahkan mungkin dunia.

“Tujuh tahun saya mengikuti berbagai kompetisi atau lomba nyanyi. Walaupun tidak masuk sepuluh besar, dalam bernyanyi tidak boleh istirahat dulu menyanyi,” komentarnya, kepada salasatu peserta.

Komentar Yudika ini, harus menjadi “ilmu” bagi semua peserta yang belum tampil. Bahkan mungkin para peserta yang sudah ter-eleminasi. Untuk berlatih terus guna mempersiapkan di tahun berikutnya. Atau persiapan di “ajang pencarian bakat” lainnya.

Para peserta lomba nyanyi atau yang suka mengikuti “ajang pencarian bakat”. Jelas “harus” bisa nyanyi yang benar. Artinya sedikitnya mengetahui tehnik  vokal yang benar, sesuai dengan karakter atau kemampuan vokalnya masing-masing. Bahkan seandainya akan mengikuti kursus atau sekolah vokal. Harus pilih-pilih guru vokal yang faham dengan karaktet vokal kita. Jangan asal guru vokal saja.

Pemilihan Lagu, Penampilan (make up, tata rambut, kostum atau apapun yang bertalian dengan penampilan), Stage Act atau gaya panggung. Tentu saja harus diperhitungkan. Sehingga ketika tampil di atas panggung. Akan terasa  “merdu” untuk didengar dan “menarik” untuk ditonton.

Fauziyah Khalida peserta asal Payakumbuh, Padang. Dengan jumlah vote tertinggi yaitu 94 persen. Rosa selaku juri sangat antusias dan tak henti-hentinya memuji. Karena malam itu, Fauziah tampil sempurna yaitu “merdu” untuk didengarkan dan “menarik” untuk ditonton.

Bahkan Rosa kembali berkomentar. Ketika Fauziyah yang sebelumnya, sempat juga tampil membawakan lagu yang merupakan lagu “milik” Rosa yang berjudul “Kini”. Tetapi Fauziyah ketika membawakan lagu “Kini” itu, menyanyikannya dengan “cara” dirinya sendiri. Tidak jadi peserta yang menjadi “next” Rosa (jadi Rosa ke 2).

“Seorang penyanyi harus punya “cara” nya sendiri, ketika menyanyi. Saya suka ketika seorang penyanyi, ketika menyanyikan lagu “milik” saya. Tetapi  ketika menyanyikan atau membawakannya lagu itu. Dengan “cara” penyanyi itu sendiri,” papar Rossa artis penyanyi asal Sumedang ini.

Dan memang Rosa adalah “sosok” penyanyi yang sudah sangat merasakan “asam garam” nya dalam meniti karirnya itu.

Penulis yang juga kerap menjadi juri, hapal sekali ketika Rosa kerap mengikuti festival/lomba nyanyi. Di era tahun 90-an baik di kota kelahirannya Sumedang dan Bandung.


 

 

Mudah-mudahan tulisan ini. Bisa bermanfaat bagi mereka yang suka menyanyi atau mempunyai “talenta” bernyanyi. Begitupun dengan yang suka mengikuti “ajang pencarian bakat”, festival, lomba atau apapun jenis namanya “ajang” itu.

 

Dan perlu dicatat juga, juri adalah “sosok penentu” segalanya. Sebab komentar juri, sangat mempengaruhi juga dengan yang namanya “vote”. Walaupun “vote” itu bagian dari penentu “sang jawara”.

 

Alangkah akan lebih “indah”. Jika dalam “ajang-ajang” seperti ini. Pihak penyelenggara juga melibatkan, seorang juri yang mempunyai jiwa atau rasa “talent” atau pencari bakat (bukan artis). Suasana akan lebih seru lagi. Sebab orang yang mempunyai jiwa atau rasa “talent”, akan mampu memprediksi calon-calon artis sohor. Semoga bermanfaat…! (Penulis Herry KS adalah  Wartawan Hiburan Senior. Pengurus di FWHB (Forum Wartawan Hiburan Bandung). Pengurus di FFB (Forum Film Bandung), Pengurus di ITJA (Indonesian Tourism Journalist Association). Pencari Bakat (Talent Search). Fotografer, Penulis dan Pencipta Lagu. Pekerja Seni.

Bagikan
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *