oleh

Yayasan Care Peduli Bersama Pemkab Bandung Laksanakan Program PACE

KAB.BANDUNG I BBCOM I Ibu Bonaria Siahaan selaku Ceo Care Peduli Indonesia mengatakan bahwa pelaksanaan program PACE ini untuk mengembangkan serta mendidik anak anak sekolah tingkat pertama (SMP) untuk lebih mempunyai sikap yang teguh, Atau membangun karakter dan sikap mandiri yang harus dimiliki anak anak mulai dari sekarang.

Banyak persoalan yang dihadapi oleh anak anak tingkat SMP yang harus menjadi perhatian Guru pendidik disekolah karena banyak faktor yang membuat anak anak menjadi berubah sikap dan kepercayaan dirinya terutama lingkungan tempat mereka bergaul.

Maka kita wajib memberikan pembinaan dari sekarang, karena rentan sekali permasalahan karakter yang tidak terarah, mungkin disebabkan faktor sosial juga yang menjadi permasalahannya. Sehingga adanya progran PACE yang diinisiasi yayasan Care Peduli ini dapat menjadi titik awal dalam pembinaan karakter anak anak sekolah.

Dari sekarang saja masalah anak anak menjadi angka tertinggi fi indonesia yang putus sekolah, terlibat Narkoba, perkawinan dini, bahkan pergaulan bebas. Sehingga kedepan program ini diharapkan akan lebih fokus pada bimbingan dan pembinaan anak anak.

Saat ini lanjut Ibu Bonaria Siahaan, Sekitar 54 sekolah tingkat pertama yang ada di kabupaten Bandung yang melaksanakan program PACE dari 300 lebih Sekolah tingkat pertama yang ada dikabupaten Bandung.dan hasilnya cukup mengejutkan karena hasil pembinaan para guru BK dari masing masing sekolah melahirkan perubahan karakter sikap baik dan kemandirian jiwa anak tersebut terlihat dan terasa oleh guru dan orang tuanya.(26/7)

Terkait pihak Disdik kabupaten Bandung dan Sekda kabupaten Bandung, Ibu Bonaria Siahaan mengucapkan rasa terima kasih yang dalam ternyata mereka sangat merespon program PACE yang dilaksanakan yayasan Care Peduli ini bisa dibilang CSR bagi anak anak sekolah tingkat pertama.

Kedepan Bonaria Siahaan akan mengelar kegiatan yang sama namun lokasinya tertuju pada wilayah terpencil yang ada diwilayah kabupaten Bandung, sebab lokasi terpencil terbilang banyak faktor faktor yang harus dibina dan bimbingan oara guru BK disekolahnya.” Tandasnya (*RN)

Komentar