YANTO SI PENJAGA WARUNG KOPI

23 Juni 2019 / 20:43 WIB Dibaca sebanyak: 183 kali 1 Komentar

Sejak tahun 2013 saya sudah menjaga warkop ini, tinggal disini sudah seperti berada di rumah sendiri.” ujar Yanto.

Siapa yang tidak pernah ke warkop terutama remaja. Tempat yang satu ini menjadi pilihan banyak orang untuk singgah sejenak, melepas lelah, dahaga, mau pun berkumpul dengan teman. Kebanyakan warung kopi(warkop) berisikan kaum adam, namun tidak sedikit pula kaum hawa pergi ketempat ini. mungkin jika dibayangkan kebanyakan warkop memiliki tempat sederhana yang hanya menyediakan santapan mie,bubur,atau minuman. Namun faktanya sekarang banyak warkop yang berkonsep lebih modern, bahkan menyediakan wifi gratis agar menarik perhatian pelanggan.

Salah satunya warkop HS, sebuah warung kopi sederhana di pintu belakang Politeknik Negeri Jakarta. Meski tempat sederhana, tak disangka warkop ini buka 24 jam. Uniknya, warkop HS sedia antar pesanan sampai di tempat pembeli. Jasa mengantar pesanan pun hanya seribu rupiah saja. Menurut Yanto itu tidak membuat penghasilan warkop berkurang, justru sebaliknya saking banyaknya yang memesan Yanto terkadang kerepotan melayani pemesan.

Memang hal yang dilakukan Yanto tampak menguntungkan. Tapi faktanya berbeda, ia hanyalah penjaga dari warkop tersebut. Dalam sebulan menjaga warkop ia hanya bisa menerima upah satu juta rupiah. Padahal ia berkata, “ seharinya penghasilan warkop bisa lebih dari Rp300.000,-“. Meskipun begitu, Yanto tidak pernah mengeluh dalam bekerja, terlihat raut wajahnya yang selalu tertawa dan tersenyum saat melayani pelanggan.

Yanto adalah sosok yang sederhana namun penuh semangat. Mayoritas pelanggannya adalah kalangan mahasiswa,meski begitu ia tidak menaikkan tarif harga yang ia jual. “dari tahun-ketahun harga kebutuhan jualan semakin meningkat, tapi harga warkop tetap tidak berubah. Hanya keuntungannya saja yang sedikit dipangkas.” Ucapnya. Tidak hanya menjaga warkop, tugasnya yang lain ialah membuat bahan dasar menu yang dijualnya.

“ya kalau bisa pak presiden buat harga dipasaran itu stabil, karena ngaruh ke dagangan ke konsumen juga kan kasian juga kalau konsumennya dikasih harga tinggi, kasian saya juga untungnya sedikit”ujarnya sambil tertawa.  

Oleh :Roy Ridho U.P/Mahasiswa PNJ

Bagikan
Share

1 Komentar

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *