Upaya Capai Target Investasi 2026, DPMPTSP Kota Cimahi Terapkan Kebijakan Kolaboratif

Dadan Darmawan, S.Sos.,M.Si, Kapala DPMPTSP Kota Cimahi. (dok/ist)

CIMAHI | BBCOM  – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Cimahi selama dua tahun berturut turut yaitu 2024 – 2025 kurang berhasil mencapai target investasi. Berbeda dengan periode tahun 2020 – 2023 dimana trend investasi di tahun ini terus mengalami peningkatan. Hal ini diakui oleh Kepala DPMPTSP, Dadan Darmawan, S.Sos.,M.Si yang disampaikan melalui Irma Komalasri, S.K.M., M.M selaku PenataKelola Penanaman Modal Ahli Madya kepada Bandung Berita di kantornya, Senin (6/6/2026).

Setelah dianalisa, kurang berhasilnya capaian target di tahun 2024 – 2025 berkaitan dengan Proyek Strategis Nasional (PSN) terutama setelah KCIC Mulai beroperasi. Pada Tahun 2020 – 2023, investasi dari proyek kontruksi KCIC menjadi penyumbang cukup besardalam kaitan investasi untuk Kota Cimahi. Namun tahun 2024 ketika KCIC mulai beroperasi maka realisasi investasinya tidaksebesar pada saat tahap konstruksi/pembangunan.

Dijelaskan, pada tahun 2026 ini target investasi adalah sebesar R. 1,2 trilyun dimana sektor industri manufaktur menjadi sektor yang cukup diunggulkan. Meskipun hingga triwulan I baru berhasil dicapai sekitar Rp. 380 milyar, namun upaya strategis terus dijalankan agar target di tahun 2026 ini bisa direalisasikan.

Dalam kaitan itu, saat ini ada pengembangan konsep urban regeneration di kawasan jalan Mahar Martanegara dan sekitarnya, berkalobrasi dengan Bapperida dan Dinas PUPR dalampenyusunan RTRW dan RDTR untuk pengembangan sektor selain Manufaktur yaitu sektor perdagangan dan jasa. Dengan demikian jika ada investor untuk sektor perdagangan dan jasa, hal ini masih sangat dimungkinkan dan tidak melanggar RTRW. Tahun 2025 telah dilakukan penyusunan buku menu investasi yang menggambarkan sebaran peluang dan potensi investasi yang ada di wilayah Kota Cimahi serta pembuatan Web AR (Augmented Realty) sebagai media promosi investasi Kota Cimahi.

Dikemukakan oleh Kepala DPMPTSP, untuk mengundang calon investor dilakukan juga upaya promosi. Namun karena tahun ini anggaran sangat terbatas karena adanya kebijakan esifiensi sebagai akibat adanya pengetatan fiskal, maka upaya promosi dilakukan dengan menyesuaikan pada ketersediaan anggaran.  Misalnya saja untuk tahun ini, Kota Cimahi ikut serta dalam event West Java Investment Challenge (WJIC) yang diselenggarakan olehDPMPTSP Provinsi Jawa Barat bekerjasama dengan Bank Indonesia Perwakilan Jawa Barat. Meski demikian, diharapkan investasi kota Kota Cimahi tidak akan berhadapan dengan kendala berarti.

Mengenai kerjasama dan kolaborasi, hingga saat ini tetapdilakukan dengan pihak BKPM dan DPMPTSP Propinsi JawaBarat. Dari kolaborasi ini bisa diperoleh informasi mengenai calon investor. DPMPTSP Kota Cimahi juga sudah memiliki gambaran tentang calon calon investor besar yang akan masuk di Kota Cimahi melalui sistem OSS (Online Single Submission). Dari sini kita akan kawal dari mulai proses penerbitan perizinan dasarhingga izin usahanya. Proses pengawalan investasi di Kota Cimahidilakukan melibatkan Dinas Teknis terkait melalui tim percepataninvestasi di Kota Cimahi. Ini adalah startegi yang ditempuh. Dengan demikian diharapkan percepatan investasi ke Kota Cimahi akan bisa dicapai.

Pada kesempatan itu dijelaskan pula  bahwa investasi di Kota Cimahi selama ini masih didominasi oleh PMDM, meskipun ada juga PMA tetapi jumlahnya tidak begitu banyak. Yang penting adalah bagaimana menciptakan iklim investasi yang kondusif dan meminimalisir pungutan pungutan tidak resmi yang terjadi di lapangan.

Hingga Saat ini, dari aspek keamanan Kota Cimahi tetap kondusif untuk dijadikan wilayah investasi. Artinya, kalangan investor tidak perlu khawatir dan ragu untuk menanamkan modalnya di wilayah Cimahi. (Teddy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *