oleh

Ujian Nasional Ditiadakan, SMPN 1 Kayuagung Akan Melaksanakan UAS Bulan April 2021

OKI | BBCOM | Belum usainya wabah Covid-19, membuat aktifitas disemua pekerjaan menjadi terbatas, bahkan didunia pendidikan sudah hampir satu  tahun belum mengelar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara tatap muka, namun semangat dewan pendidik pencipta generasi bangsa patut di apresiasi karena mereka tetap tegar dan sabar dalam melakukan proses KBM walaupun mengajar melalui daring dan uring.

Hal ini terlihat para tenaga pengajar di SMPN 1 Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan selalu aktif memberikan pelajaran kepada anak didilknya.

Menurut Kepala Sekolah SMPN 1 Kayuagung Neng Ayu Spd. melalui Dewi Yanti Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, kepada wartawan BBCom terkait Ujian Nasional (UN) Tahun 2021, UN tahun ini ditiadakan, hal ini berdasarkan Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nomor 1 Tahun 2021.

BACA JUGA  KPPN Palembang Serahkan Piagam WTP ke Pemkab OKI

Sedangkan untuk Ujian Akhir Sekolah (UAS), rencananya akan dilaksanakan pada Bulan April 2021. Namun semua itu kita masih tetap menunggu keputusan dan arahan Dinas Pendidikan Kabupaten Ogan Komering Ilir.

“Kelulusan dan kenaikan kelas bagi siswa ditentukan berdasarkan nilai raport tiap semester, dan itu dilihat dari sikap, minimal baik dan mengikuti ujian yang diselenggarakan oleh pihak sekolah.” Ujar Dewi Rabu 10/3/2021.

“Kami selaku tenaga pendidik tetap berusaha melaksanakan ujian sekolah, bisa dilakukan dalam bentuk portopolio, nilai sikap dan prestasi siswa, dan untuk Penugasan tes, sekolah tetap melakukan baik secara daring maupun luring,” Jelasnya

BACA JUGA  Lima BUMN Hadir di BALT MILITARY Expo 2016 di Gdanks-Polandia.

Dewi Yanti menambahkan kalau untuk pembelajaran tatap muka saat ini belum bisa dilaksanakan, karena belum ada arahan dan surat edaran dari Dinas Pendidikan Kabupaten OKI. 

“Semoga musibah ini cepat segera berakhir. sehingga proses KBM tatap muka akan cepat terlaksana.” harapnya

Untuk sementara kata Dewi, kegiatan belajar masih tetap melalui daring maupun uring. bagi siswa yang tidak mempunyai handphone kita sarankan untuk datang kesekolah berdasarkan mata pelajaran. 

Selain itu kami baru mencoba melakukan pengajaran melalui aplikasi zoom dengan mata pelajaran khusus Matematika. pungkasnya. (pani) 

Komentar