Surgaku, Cintaku, Indonesiaku

19 Mei 2019 / 19:43 WIB Dibaca sebanyak: 159 kali 1 Komentar

Perusakan alam, perpecahan, korupsi, kolusi, nepotisme, pelanggaran HAM, dan ketidakadilan. Ya, itulah Indonesia dengan segala permasalahannya. Tidak dapat dipungkiri, itulah yang terjadi pada bangsa ini. Akan tetapi, di balik itu semua, Indonesia tetap merupakan Tanah Air kita, tumpah darah kita, harapan kita, dan cinta kita. Di Nusantara ini kita berkeluh kesah, tertawa, menangis, dan bahagia. Kita tetap harus menjaga Nusantara hingga akhir hayat karena tanah ini adalah darah dari para pahlawan.

Indonesia merupakan surga. Bagaimana tidak? Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang memiliki 17.504 pulau. Indonesia adalah negara maritim terbesar di dunia yang memiliki perairan seluas 93.000 km2 sehingga kekayaan lautnya sangat berlimpah. Indonesia memiliki lebih dari 740 suku bangsa yang tersebar dari Sabang sampai Merauke yang menjadikan kita berbeda-beda tetapi tetap satu.

Nusantara dibangun dari rasa cinta para pahlawan yang gugur. Mereka telah tiada, berarti sekarang, mencintai merupakan tugas kita. Cinta adalah pengorbanan dan kasih sayang. Dari rasa cinta itulah, timbul rasa ingin memajukan, merawat, dan melindungi Tanah Air ini. Jangan sampai rasa ini hanya sekadar isapan jempol belaka.

Rasa ini harus diwujudkan dan dilaksanakan oleh kita semua yang merupakan para pengubah masa depan bangsa. Seperti yang para pahlawan inginkan, rasa cinta tanah air yang kita miliki, dari generasi mana pun jangan sampai menurun. Sebab, siapa pun adalah kunci dari kemajuan suatu bangsa untuk menjadi lebih baik lagi. Masalah-masalah yang terjadi dapat dicegah atau pun diobati oleh kita semua. Semua orang harus peduli terhadap persoalan bangsa dan terus menjunjung budaya bangsa. Jika tidak, persoalan-persoalan buruk tidak akan tuntas dan kebudayaan yang kita miliki sendiri akan hilang karena tidak ada yang melestarikannya.

Bukti kecintaan kita kepada bangsa ini tidak perlu dilakukan dengan cara-cara yang rumit. Kita dapat memulai dengan cara-cara yang sederhana, seperti ikut serta dalam pembangunan nasional. Contohnya adalah membayar pajak tepat waktu, belajar dan bekerja dengan baik sesuai dengan keahlian yang kita miliki, dan lebih mengutamakan produk-produk lokal dibanding produk dari luar.

Tidak hanya itu, cinta tanah air dapat kita wujudkan dengan cara menghormati antarsesama, ikut melestarikan budaya Tanah Air, menciptakan suasana damai dalam kehidupan sehari-hari, lebih mengutamakan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi, peduli kebersihan lingkungan, bertoleransi dan tenggang rasa, menjaga sarana dan prasarana umum, bergotong royong, menjunjung bhineka tunggal ika serta pancasila, menghargai jasa para pahlawan, dan menaati peraturan yang berlaku.

Jadi, kecintaan yang kita miliki terhadap tanah air ini harus dipertahankan dan dilaksanakan, tidak perlu dengan cara-cara yang ‘wah.’ Permasalahan yang ada harus kita selesaikan. Surga ini butuh kasih sayang kita semua. Surga ini harus bertahan demi generasi yang akan datang. Kalau bukan kita, siapa lagi? (Muhammad Ferdiansyah)

Bagikan
Share

1 Komentar

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *