Suhari Kecewa tak Menerima Bantuan Sembako Tahap ll dari Bupati Bandung Barat.

7 Juli 2020 / 08:07 WIB Dibaca sebanyak: 278 kali Tulis komentar
Bagikan

KBB | BBCOM | Bantuan Sembako yang dikemas dus senilai Rp.250 ribu dari Bupati Bandung Barat Aa. Umbara bagi warga masyarakat Desa Batu layang terdampak Covid-19 diharapkan tepat sasaran. Bantuan sembako dari Bupati Bandung tahap ll dikirim langsung ke kantor Desa Batu layang dan diterima secara simbolis oleh Kepala Desa Batu layang “Imam Mujahidin” pada minggu 5 juli 2020 dan dibagikan langsung pada Senin 6 juli 2020 oleh pihak Desa Batu layang kepada RW masing masing untuk dibagikan kepada warga terdampak Covid-19.

Namun dalam pembagian sembako tahap ll dari bupati Bandung Barat Aa Umbara terindikasi tidak merata, Pada kenyataannya ada salah satu warga tidak menerima bantuan Tahap ll dengan alasan warga tersebut tidak terdata sebagai penerima bantuan sembako tahap ll dari bupati, padahal warga tersebut memang layak untuk menerima bantuan, sebab tahap l warga tersebut jelas mendapatkan bantuan dari Bupati Bandung Barat.

Suhari (80 tahun) salah satu warga Kp. Leuwi nutug RT 01 RW 03 Desa Batulayang kecamatan Cililin sangat heran dan kecewa saat datang ke rumah RW 03 yang bermaksud untuk mengambil bantuan sembako dari Bupati Bandung Barat, Namun ketika ditanyakan bahwa Suhari tidak ada datanya, seketika itu juga Suhari sangat kecewa dan lanjut menanyakan kepada Kades Imam Mujahidin, namun jawabannya sama bahwa Suhari (80 thn) tidak ada datanya padahal tahap l suhari justru warga yang layak menerima dan menerima bantuan tahap l.

Menurut, Nunung (40 thn) anak dari Suhari menjekaskan, Apabila data Suhari memang tidak ada harus ada pemberitahuan terlebih dahulu atau berita Acara secara tertulis, namun sampai saat ini pun tidak ada kejelasan dari pihak Desa Batulayang terkait hilangnya data nama SUHARI.

“Saya sangat kecewa pada Kades Batulayang yang seolah olah diduga ada penyelewengan bantuan dan penghapusan data, serta digantikan oleh siapa, saya sangat heran pa kades juga seolah tutup mata, kami berharap kepada pihak pemda kabupaten Bandung barat untuk menyelesaikan kejadian tersebut.”

Saat yang sama, Taopik selaku ketua BPD Batulayang saat ditanyakan masalah tersebut, Dirinya spontan menjawab, Bahwa pihaknya tidak tahu menahu terkait data SUHARI yang hilang.

“Kami pihak BPD Desa Batulayang tidak tahu menahu data nama Suhari yang hilang, itu semua kades yang menanganinya,” Ungkap taopik saat diwawancara BBCOM. (*R)

BACA JUGA  Komisi III DPRD Jabar Kunker BJB Cipatat KBB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *