Soal Smart SIM : Ini Kata Kasubdit Regident Ditlantas Polda Jabar

9 Oktober 2019 / 20:14 WIB Dibaca sebanyak: 126 kali Tulis komentar

BANDUNG | BBCOM – Kasubdit Regident Ditlantas Polda Jabar, AKBP Satya Widhy Widharyadi, S.Ik., menjelaskan soal Smart SIM dan apa saja mamfaatnya ketika ditemui diruang kerjanya, Rabu 9 Oktober 2019. Dikatakannya, Smart SIM adalah program dari Koorlantas yang banyak mamfaat serta memiliki banyak kelebihannya ketimbang dengan SIM yang lama. Dengan memiliki Smart SIM, penggunannya nanti bisa memfaatkannya sebagai modal transportasi seperti transaksi pembayaran Tol, karna Smat SIM selain kegunaannya untuk kelengkapanya saat mengemudikan kendaraan bermotor, Smart SIM juga memiliki keunggulan seperti chip yang ada di Smart SIM.

Terkait chip yang ada pada Smart SIM apakah ada hubungannya dengan sistem tilang cctv bila mana si penggunannya melakukan pelanggaran lalu linta, Satya mengatakan itu beda mekanisme dengan tilang cctv, jadi tidak ada hubungannya dengan Smart SIM.

“Karna SIM itu hanya bisa merekam sih penggunannya saja apakah sudah pernah melakukan pelanggaran atau belum, dan itu hanya bisa diketahui oleh Polisi Lalu Lintas (Polantas) karna Polantas punya aplikasi nya. Dengan aplikasi itu, nanti nya sih penggunannya baik itu pengguna Smart SIM maupun SIM yang lama bisa dideteksi apakah sudah pernah melakukan pelanggaran apa belum karna sudah terekam, bila mana sudah pernah melakukan pelanggaran baik itu pelanggaran ringan, sedang atau berat, nanti nya sih pelanggar tersebut akan dikirim pemberitahuan melalui surat yang dikirim sesuai alamat yang tertera pada kendaraan yang pada saat itu digunakan,” jelas Satya

“Selain itu dengan memiliki Smart SIM, nanti nya sih penggunanya juga bisa menyimpan saldo yang bisa digunakan dalam beberapa hal, salah satu nya seperti  transaksi dalam melakukan pembayaran Tol,” kata Satya

Terkait dengan saldo nya, sambung Satya, itu tidak diwajibkan, kembali lagi kepada sih penggunanya itu sendiri, apakah mau diisi atau tidak. Namun bila mana nanti nya Smart SIM itu mau diisi saldo, itu masih bisa dilakukan, dengan batas saldo maksimal 2 jt, dan itu bisa dilakukan pengisi di semua Bank atau di mini market contohnya Indomaret.

“Hanya saja untuk pengisian saldo pada Smart SIM untuk sekarang ini belum bisa dilakukan, karna kami masih menunggu pihak dari semua Bank, kalau dari pihak Bank Indonesi (BI) sudah mengizinkan,” ujar Satya

Satya juga menambahkan, untuk pengguna SIM yang lama bilamana masa berlaku SIM nya sudah habis akan langsung ke Smart SIM, dan bagi penggunan SIM yang lama bilamana ingin memiliki Smart SIM dengan menukarnya dengan SIM yang lama, untuk sekarang ini nggak bisa karna belum boleh.

“Tapi mungkin untuk kedepannya nanti apabila animo masyarakat banyak, terus ada aturan yang menyatakan bahwa sebelum masa berlaku SIM yang lama bisa ditukarkan dengan Smart SIM, tapi masa berlaku nya nanti disesuaikan dengan masa berlaku SIM itu. Misalnya masa berlaku SIM nya tinggal satu tahun lagi, berarti masa berlaku Smart SIM disamakan dengan masa SIM sebelumnya” pungkasnya Satya (Sugianto)

Bagikan
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *