SKK Migas Uji Seismik 2D di 5 Kecamatan di Kab OKI

3 Agustus 2017 / 19:54 WIB Dibaca sebanyak: 297 kali Tulis komentar

KAYUAGUNG BBCom-Untuk memenuhi kebutuhan Migas Nasional, SKK Migas Wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) melalui operatornya PT Terra Global Vestal Baturaja akan lakukan uji Seismik 2D di 5 Kecamatan di Kabupaten Ogan Komering Ilir.

“Kami akan review hasil uji di 5 Kecamatan tersebut, apakah potensinya sesuai dengan target yang diharapkan,” ujar Eki Yulisman Perwakilan SKK Migas Wilayah Sumsel pada acara sosialisasi Survey Seismik di Ruang Rapat Sekda OKI, Kamis, (3/7).

Menurut GM PT Terra Global Vestal Baturaja (TGVB) Budiansyah AF, kegiatan seismik akan dilakukan di 5 Kecamatan di Kab OKI yakni, Kecamatan Mesuji, Lempuing, Lempuing Jaya, Mesuji Makmur, dan Tanjung Lubuk.

Dikatakannya, sebelum melaksanakan Survei pihaknya melakukan sosialisasi ke pemerintah dan masyarakat setempat termasuk koordinasi pembebasan lahan dan kompensasi kepada masyarakat yang lahannya jadi lokasi survey.

“Sekarang masih tahap sosialisasi, sebelumnya kita sudah menuntaskan izin prinsip dari gubernur dan izin UKL di Kementerian Lingkungan Hidup. Selanjutnya akan dilakukan pendataan kepemilikan lahan dalam rangka kompensasi kepada penggarap lahan sesuai dengan kegiatan pembentangan kabel tersebut,” Ujarnya. Proyek uji seismik ini bersifat multi years, Survei tersebut dimulai Juli 2017 hingga Juni 2018, dengan lingkup pekerjaan seismik 2D sepanjang lintasan survei.

Sementara Asisten II Setda OKI, Azhar, SE berharap Survei Seismik yang akan dilakukan dapat menghasilkan data potensi kandungan minyak dan gas bumi di Kabupaten OKI Sehingga dapat ditemukan sumber-sumber minyak dan gas bumi yang baru untuk meningkatkan ketahanan energi Nasional dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD)

“Semoga saja survey ini membuahkan hasil hingga Kabupaten OKI menjadi salah satu penghasil migas” harapnya.

Azhar meminta pihak operator untuk benar-benar memperhatikan proses perizinan serta menyertakan aspek muatan lokal dalam kepengusahaan industri Migas.

“Memang perizinan tambang dan migas itu di Pusat dan Provinsi namun harus tetap berkoordinasi dengan kami di Kabupaten apalagi terkait pembebasan lahan tentu membutuhkan kerjasama dengan semua pihak” Tegas Azhar.

Azhar juga berharap sumber daya lokal harus diutamakan dalam industri hulu dan hilir Migas baik onshore maupun offshore. (hms/pani games)

Bagikan
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *