BANDUNG | BBCOM – Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat tengah gencar melakukan rehabilitasi sejumlah fasilitas kantor, mulai dari penataan taman, pemasangan kanopi parkir, hingga renovasi ruang kerja. Pekerjaan ini disebut-sebut sebagai bagian dari program efisiensi anggaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Namun, di balik deru mesin bor dan aroma cat baru, muncul tanda tanya: sejauh mana transparansi penggunaan dana untuk proyek ini?

Upaya konfirmasi langsung kepada Bendahara kegiatan, Arif Rahman, yang diyakini mengetahui rincian anggaran dan teknis pengerjaan, menemui jalan buntu. Beberapa kali dicoba dihubungi, Arif sulit ditemui baik di ruang kerjanya maupun melalui saluran komunikasi lain.
Di lapangan, sejumlah pegawai hanya memberikan jawaban singkat, menyebut bahwa rehabilitasi dilakukan secara bertahap “sesuai kebutuhan” dan disesuaikan dengan kemampuan anggaran. Tidak ada yang berani membeberkan angka pasti maupun sumber pendanaan.
Minimnya informasi resmi ini menimbulkan pertanyaan publik: apakah proyek rehabilitasi ini benar-benar mencerminkan efisiensi anggaran atau sekadar menjadi rutinitas tahunan tanpa evaluasi mendalam?
Hingga berita ini diturunkan, pihak Disdik Jabar belum memberikan keterangan pers ataupun rilis resmi terkait nilai proyek, metode pengadaan, dan target penyelesaiannya. (dp)














