CIMAHI | BBCOM – Ground Breaking yang dipimpin Walikota Cimahi, Senin (24/8/2026) menandai dibangunnya kembali Puskesmas Melong Tengah, Kecamatan Cimahi Selatan yang selama ini rawan terdampak banjir jika musim hujan.
“Pembangunan Kembali Puskesmas Melong Tengah melalui skema rehabitasi total tersebut merupakan langkah prioritas agar masyarakat memperoleh fasilitas layanan kesehatan yang lebih aman, layak dan sesuai standar. Puskesmas ini kalau musim hujan selalu terkena banjir.Oleh sebab itu, tahun ini mulai kita bangun. Mudah-mudahan sampai akhir Desember sudah selesai dan tahun depan sudah bisa digunakan untuk operasional layanan kepadamasyarakat,” ujar Ngatiyana.
Dijelaskannya, berdasarkan laporan teknis Pemerintah Kota Cimahi, banjir yang terjadi di lokasi eksisting tidak hanya mengganggu aktivitas pelayanan, tetapi juga berpotensi menyebabkan kerusakan peralatan medis dan dokumen penting. Karena itu, pembangunan baru diarahkan agar memiliki struktur dan fasilitas yang lebih adaptif terhadap risiko banjir.
Puskesmas Melong Tengah yang baru akan dibangun dengan prototipe Integrasi Layanan Primer (ILP) dengan pola pelayanan berdasarkan siklus hidup. Fasilitas tersebut diharapkan mampu memperkuat pelayanan promotif dan preventif sekaligus meningkatkan kualitas layanan kesehatan dasar bagi masyarakat Melong dan sekitarnya. “Target pembangunan tentu saja dapat diselesaikan tepat waktu, tepat mutu, dan tepat anggaran.,” tegas Ngatiyana.
Ia juga meminta pihak pelaksana memastikan konstruksi bangunan memenuhi standar fasilitas kesehatan modern serta mampu menghadapi potensi banjir. “Pembangunan ini bukan sekadar membangun gedung, tetapi untuk kepentingan masyarakat. Kita berharap pembangunan tepat waktu, tepat sasaran, dan nantinya bisa dimanfaatkan secara optimal,” tandasnya.
Puskesmas Melong Tengah nantinya akan memberikan akses layanan kesehatan yang lebih dekat, bahkan memiliki layanan selama 24 jam untuk layanan pesalinan. “Dengan demikian masyarakat di wilayah Melong akan memperoleh akses layanan kesehatan yang lebih dekat, khususnya untuk kebutuhan persalinan dan pelayanan dasar lainnya.
Dengan nilai kontrak kurang lebih Rp.4,6 miliar yang anggarannya dari APBD Kota Cimahi, Pekerjaan ditargetkan rampung dalam waktu 143 hari kalender. Pemerintah Kota Cimahi meminta pelaksana memastikan pembangunan berjalan sesuai spesifikasi, tepat waktu, dan memenuhi standar fasilitas pelayanan kesehatan.
Untuk memastikan pelaksanaan proyek berjalan sesuai ketentuan, Pemkot Cimahi menggandeng Kejaksaan Negeri Kota Cimahi untuk memastikan pelaksanaan proyek berjalan sesuai ketentuan. (Teddy/dbs)















