oleh

Pusat Persemaian Sriwijaya Kemampo, Kerja Sama Pemerintah Dan Dunia Usaha Untuk Pulihkan Lingkungan

SUMSEL | BBCOM | Pemerintah mendorong semua pihak untuk berkolaborasi dalam percepatan pemulihan lingkungan, termasuk upaya peningkatan tutupan hutan dan lahan atau reforestasi. Salah satu kunci pertama dan memegang peranan penting untuk mencapai hal tersebut yaitu penyediaan bibit berkualitas untuk kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan yang lebih masif dan terstruktur.

Menteri LHK Siti Nurbaya menyampaikan bahwa Presiden RI Joko Widodo telah secara jelas dan tegas memberikan arahan untuk membangun persemaian dengan skala besar pada setiap provinsi. Hal ini dilakukan guna mendukung pemulihan ekosistem melalui rehabilitasi hutan dan lahan, termasuk reklamasi areal/lahan bekas tambang.

Menindaklanjuti arahan Presiden RI tersebut, Kementerian LHK dan PT. Sinarmas, Tbk menandatangani nota kesepahaman untuk membangun Pusat Persemaian Sriwijaya Kemampo di Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan. Penandatanganan dilakukan oleh Sekretaris Jenderal KLHK Bambang Hendroyono dan Managing Director APP Sinar Mas, Suhendra Wiriadinata, disaksikan oleh Menteri LHK Siti Nurbaya di Jakarta, Selasa (6/9).

“Sebagaimana arahan Bapak Presiden, Pembangunan Pusat Persemaian dapat dilaksanakan melalui skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha/KPBU atau Public Private Partnership. Kerja public private partnership dinilai Bapak Presiden sangat positif, dimana dunia usaha dapat mendukung pembangunan persemaian skala besar di berbagai provinsi di Indonesia,” kata Menteri Siti saat launching Pembangunan Pusat Persemaian Sriwijaya Kemampo.
  
Kementerian LHK telah menyiapkan lahan seluas kurang lebih 6 ha di Kawasan Hutan/KHDTK Kemampo, yang masuk pada wilayah Desa Kayu Ara Kuning,  Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan, sebagai lokasi pembangunan pusat persemaian, yang nantinya dapat memproduksi lebih kurang 10 juta batang per tahun. Bibit yang akan diproduksi meliputi jenis tanaman MPTS endemik, tanaman estetika dan tanaman penghasil Hasil Hutan Bukan Kayu.

Lebih lanjut, Menteri Siti menyampaikan bahwa lokasi persemaian disiapkan oleh Kementerian LHK dan kerja bersama dengan Kementerian PUPR untuk dukungan sistem pengairan. Untuk persemaian, faktor ketersediaan air sangat penting. Untuk konstruksi pembangunannya dikerjakan bersama swasta atau BUMN dalam pola public-private partnership. Pola ini juga dapat dikembangkan dalam orientasi carbon offset.

Sementara itu, Managing Director APP Sinar Mas, Suhendra Wiriadinata mengatakan pihaknya berharap Pusat Persemaian Sriwijaya Kemampo akan memberikan manfaat dan membawa dampak positif kepada seluruh masyarakat, khususnya di Sumatera Selatan.

“Kami merasa terhormat dan bangga dapat berkontribusi serta tutut mendukung program pemerintah Indoenesia dalam pembangunan Pusat Persemaian Sriwijaya Kemampo. Kami juga berterimakasih dapat berperan serta dan berkolaborasi dalam kegiatan yang besar ini,” katanya.

Ke depan, saat Pusat Persemaian Sriwijaya Kemampo sudah berproduksi, diharapkan dukungan Dinas  Kehutanan Provinsi  Sumatera Selatan  dan stakeholder lain di Sumatera Selatan dapat mendukung percepatan penanaman dan peningkatan tutupan hutan dan lahan sebagai upaya penurunan lahan kritis di provinsi Sumatera Selatan. (ded/hms)

Komentar